Sinergi UPT Pelatihan Kementan dan Disnak Jatim, Dorong Hilirisasi Peternakan Lewat Pelatihan Pengolahan Daging

BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Pengolahan Daging pada 15–16 September 2026. Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia peternakan sekaligus mendorong pengembangan produk olahan daging yang memiliki nilai tambah.

Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dari Kabupaten Lamongan dan Tulungagung dengan metode blended learning. Pembelajaran dilaksanakan secara daring, Selasa (15/9/2026), kemudian dilanjutkan secara luring Rabu (16/9/2026) di BBPP Batu.

Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian yang menempatkan kualitas SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang maju dan modern.

“SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menempatkan penguatan kompetensi sebagai bagian penting dalam pembangunan SDM pertanian. Peningkatan kompetensi aparatur diperlukan agar SDM pertanian semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung program strategis Kementerian Pertanian.

Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, mengatakan bahwa pengolahan hasil peternakan menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong hilirisasi.

“Hilirisasi harus mampu menciptakan nilai tambah, memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha dan peternak sebagai penyedia bahan baku. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam mendorong produk peternakan agar semakin berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Ugik.

Ia menambahkan, kemampuan mengolah daging menjadi produk siap konsumsi dapat membuka peluang usaha sekaligus memperluas pilihan produk yang dapat dikembangkan oleh pelaku usaha peternakan.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari kebijakan hilirisasi peternakan, dasar-dasar pengolahan daging, keamanan pangan dan Good Manufacturing Practices (GMP), pengemasan dan label pangan olahan daging, hingga perizinan edar pangan olahan daging.

Tak hanya teori, peserta juga mendapatkan pembelajaran praktik melalui pembuatan kebab daging kambing dan meat loaf daging kambing. Pembelajaran tersebut diharapkan memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengembangkan produk olahan daging yang aman, bermutu, dan memiliki daya saing.

Melalui pelatihan ini, BBPP Batu mendorong peserta untuk tidak berhenti pada kemampuan mengolah bahan baku, tetapi juga melihat peluang pengembangan produk dan pasar. Hilirisasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi peternak sebagai penyedia bahan baku. (Catur)