BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menyelenggarakan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Unggas pada 28–30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di BBPP Batu tersebut diikuti oleh 30 peserta yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Bojonegoro.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) peternakan, khususnya dalam memastikan proses penyembelihan unggas dilaksanakan sesuai ketentuan syariat Islam serta memperhatikan aspek keselamatan kerja, higiene, dan sanitasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan pertanian.
“SDM adalah elemen krusial dalam pembangunan pertanian. Kita bertanggung jawab mencetak SDM berkualitas dan kompeten,” ujar Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM pertanian agar mampu mendukung pembangunan pertanian secara profesional dan menjawab kebutuhan di lapangan.
Pelatihan Juleha Unggas dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta mengenai proses penyembelihan yang sesuai dengan ketentuan syariat sekaligus memenuhi prinsip keamanan dan kesehatan kerja.
Selama tiga hari pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik yang mencakup penerapan syariat Islam, menyiapkan peralatan penyembelihan, menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menerapkan higiene dan sanitasi, menetapkan kesiapan hewan untuk disembelih, menerapkan teknik penyembelihan hewan, memeriksa kelayakan proses penyembelihan, menetapkan status kematian hewan, hingga praktik kompetensi.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dan fasilitator yang berasal dari Widyaiswara BBPP Batu, MUI Kota Batu, serta RPU Kota Batu. Evaluasi juga dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengukur perkembangan peserta, baik dari aspek pembelajaran maupun sikap dan perilaku.
Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, mengatakan pelatihan Juleha menjadi bagian penting dalam membangun SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kompetensi yang diperoleh melalui proses pelatihan dan sertifikasi ini diharapkan tidak berhenti pada pengakuan kompetensi saja, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan. Juru sembelih memiliki peran penting dalam memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai standar halal, sehingga memberikan jaminan terhadap produk hasil ternak yang dikonsumsi masyarakat,” ujar Ugik.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Catur Rahayu K. melalui kegiatan ini mendorong peningkatan kapasitas SDM peternakan, khususnya masyarakat yang berkecimpung dalam proses penyembelihan unggas.
Pelatihan Juleha Unggas diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kompetensi kerja peserta. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan proses penyembelihan unggas yang sesuai dengan syariat Islam serta memperhatikan standar higiene, sanitasi, dan keselamatan kerja.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta akan dilanjutkan dengan Sertifikasi Kompetensi Profesi Juru Sembelih Halal (Unggas) pada 1–3 Oktober 2026 di BBPP Batu. Sertifikasi ini menjadi tahap lanjutan untuk mengukur dan memberikan pengakuan terhadap kompetensi peserta sebagai Juru Sembelih Halal.

