Awali 2026, UPT Pelatihan Kementan Bekali KWT Produksi Olahan Susu

BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu mengawali Tahun 2026 dengan kembali melaksanakan layanan Biling Yannak (Mobil Keliling Layanan Gratis Peternakan). Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana Biling Yannak di tahun 2026 dan digelar pada Kamis (22/1) di Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

 

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenai pentingnya orientasi pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

 

“Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran bahwa kita adalah pelayan rakyat. Pelayanan publik yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan sektor pertanian,” tegas Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, terus menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani dan peternak melalui program-program penguatan SDM guna mewujudkan pertanian modern yang tangguh dan berdaya saing.

 

 

Pada pelaksanaan tersebut, Biling Yannak BBPP Batu dihadiri oleh 65 ibu-ibu petani yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kota Batu. Peserta mendapatkan pelatihan keterampilan pengolahan susu menjadi produk olahan bernilai tambah berupa permen susu, yang berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan daerah dan oleh-oleh khas Kota Batu.

 

Pelatihan dipandu langsung oleh Widyaiswara BBPP Batu dari Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu, Pontjo Tri Andajani dan Ilfarm Make Anirata, serta didampingi oleh Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kota Batu, Puji. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bahan baku susu, tahapan proses pengolahan, hingga teknik pembuatan permen susu yang praktis dan aplikatif untuk skala rumah tangga. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar keterampilan yang diperoleh dapat segera diterapkan secara mandiri.

 

Ketua KWT Kota Batu, Sumarni, menyampaikan apresiasi atas layanan yang diberikan oleh BBPP Batu. Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi ibu-ibu tani dalam meningkatkan keterampilan dan membuka peluang usaha baru.

 

“Kami sangat berterima kasih kepada BBPP Batu. Layanannya gratis, ilmunya sangat bermanfaat, dan ibu-ibu tani jadi punya keterampilan baru. Ini bisa menjadi peluang usaha bagi kami,” ujarnya.

 

Sumarni menambahkan, sebagai kota wisata, Kota Batu memiliki peluang pasar yang besar untuk produk oleh-oleh khas. Permen susu hasil produksi KWT dinilai berpotensi untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas apabila didukung dengan legalitas usaha.

 

“Kalau nanti sudah memiliki merek dagang, izin edar P-IRT dari Dinas Kesehatan Kota Batu, dan sertifikat halal dari BPJPH, permen susu ini bisa dititipkan di toko-toko oleh-oleh,” tambahnya.

 

Untuk memperkuat aspek legalitas dan kepercayaan konsumen, kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyuluhan dari Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Malang. Sulaiman hadir sebagai narasumber dan memberikan penjelasan terkait prosedur sertifikasi halal, mulai dari persyaratan, alur pengajuan, hingga pentingnya sertifikat halal dalam meningkatkan daya saing produk pangan.

 

Melalui pelaksanaan Biling Yannak perdana di tahun 2026 ini, BBPP Batu menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pelatihan dan pendampingan yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan peternak, khususnya kelompok wanita tani di daerah.