Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Kabupaten Jombang Percepat Olah Tanam
JOMBANG – Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) terus digencarkan di Kabupaten Jombang. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan olah lahan dan tanam padi bersama yang dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Senin (23/2/2026). Turut mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Ugik Romadi, bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan para penyuluh. Kegiatan diawali praktik olah lahan dan tanam padi menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dikelola Brigade Pangan Joko Sambang. Pemanfaatan alsintan menjadi wujud transformasi menuju pertanian modern yang lebih efektif dan efisien. Mekanisasi dinilai mampu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, mempercepat tanam, dan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian. Program ini menjadi strategi percepatan swasembada pangan nasional sekaligus mendorong regenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global. Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPPSDMP meninjau langsung proses pengolahan lahan hingga penanaman padi bersama. Ia mengapresiasi kesiapan Brigade Pangan dalam mengelola alsintan secara profesional serta koordinasi dengan kelompok tani. “Brigade Pangan bukan sekadar penerima bantuan, tetapi pelaku usaha yang harus mampu mengelola sumber daya secara optimal dan berkelanjutan,” jelas Santi.

Setelah kegiatan di lahan, agenda dilanjutkan diskusi percepatan LTT bertema “Mengawal Transformasi Pertanian Modern melalui Brigade Pangan di Kabupaten Jombang” di P4S Bintang Sembilan, Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Hadir unsur Forkopimcam Kesamben dan Sumobito, manajer Brigade Pangan se-Kabupaten Jombang, kelompok tani (poktan), petani, serta koordinator penyuluh.
Menurut Kepala BPPSDMP, percepatan LTT harus dikelola secara terencana dan terukur. Brigade Pangan diharapkan menjadi motor transformasi pertanian modern melalui mekanisasi, efisiensi biaya usaha tani, dan peningkatan produktivitas. Regenerasi petani juga perlu diperkuat dengan melibatkan generasi muda. “Transformasi pertanian butuh kolaborasi pusat dan daerah, penyuluh dan petani, serta Brigade Pangan dan kelompok tani. Kuncinya komunikasi, koordinasi, dan komitmen bersama,” ujar Santi.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan program. Bantuan pemerintah merupakan hibah untuk mendukung produktivitas, sehingga harus dikelola transparan dan tepat sasaran. Penyuluh diminta aktif mendampingi, memastikan tanam sesuai jadwal, serta membantu mengatasi kendala teknis di lapangan.
Sementara itu, Kepala BBPP Batu menyampaikan pendampingan akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas SDM pertanian. Pelatihan, supervisi, dan monitoring dilakukan berkelanjutan agar Brigade Pangan berkembang menjadi unit usaha yang profesional dan mandiri.