Percepatan Tanam Digencarkan, Gerakan Tanam Serempak Digelar di Berbagai Daerah

SANGGAU — Upaya mempercepat pertanaman dan menjaga kesinambungan produksi pangan nasional terus dilakukan melalui Gerakan Tanam Serempak (Gertam) yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan Gertam kali ini dipusatkan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, pada Jumat (18/9/2026), dan secara serentak turut dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan nasional.

“Percepatan tanam harus terus kita dorong dengan memanfaatkan seluruh potensi lahan yang tersedia. Semua pihak harus bergerak bersama agar target pertanaman dapat tercapai dan produksi pangan terus meningkat,” tegas Amran.

Menurut Amran, pelaksanaan tanam secara serempak perlu diikuti dengan pengawalan secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga menghasilkan produktivitas yang maksimal. Kolaborasi pemerintah, penyuluh, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat swasembada pangan.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa September menjadi momentum penting untuk mengejar target pertanaman, khususnya dalam mendukung optimalisasi lahan dan percepatan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat.

“Bulan September ini merupakan bulan tutup tanam. Kita ingin mengejar indeks pertanaman OPLAH menuju indeks pertanaman 300. Sementara untuk cetak sawah rakyat, targetnya seluruh lahan yang tersedia dapat segera ditanami. Alhamdulillah, pada Gerakan Tanam Serempak ke-14 ini, pelaksanaannya kita pusatkan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau,” ujar Idha di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Di Kalimantan Barat, Gertam dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut mengusung target pertanaman seluas 50.000 hektare dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, penyuluh, aparat kewilayahan, serta kelompok tani.

Kegiatan di lokasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Sanggau, Kepala BBPP Batu, Kepala BRMP Kalimantan Barat, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Kelsi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat, Katimker Penyuluhan Kabupaten Sanggau, Danramil, Kapolsek, Camat, Kepala Desa, Koordinator Penyuluh Kecamatan Toba, penyuluh, Babinsa, serta kelompok tani.

Dalam pelaksanaannya, peserta bersama-sama melakukan pertanaman dengan metode tanam benih semai dan metode tabela PMMAAS menggunakan drum seeder. Penerapan beberapa metode tanam tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pertanaman sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses budidaya.

Wakil Bupati Sanggau dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap upaya percepatan tanam dan regenerasi petani sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan menuju terwujudnya Indonesia Emas. Dukungan lintas sektor dinilai penting agar gerakan pertanaman tidak berhenti pada kegiatan tanam, tetapi berlanjut hingga tahap pemeliharaan dan produksi.

Keterlibatan BBPP Batu dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan Kementerian Pertanian dalam menggerakkan sumber daya manusia pertanian di tingkat daerah. Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, petani, aparat kewilayahan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu memastikan percepatan tanam berjalan sesuai target sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Gerakan Tanam Serempak ke-14 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian. Dengan percepatan tanam yang dibarengi pengawalan dan pendampingan berkelanjutan, produktivitas pertanian diharapkan dapat terus dijaga untuk mendukung ketersediaan pangan nasional.