Percepat Tanam Serempak di Lahan CSR, Kementan Dorong Swasembada Beras Berkelanjutan
Landak - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat optimalisasi lahan melalui Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan secara nasional pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada beras berkelanjutan.
Gerakan tanam serempak dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dan dilaksanakan di 17 provinsi. Hingga pelaksanaan, realisasi tanam mencapai 10.873,87 hektare, melampaui target 10.000 hektare yang telah ditetapkan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tanam serempak menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kami memastikan tanam dilakukan serentak di berbagai wilayah sebagai langkah menjaga produksi tetap stabil dan menjamin ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan di lapangan agar percepatan tanam berjalan optimal.
“Target kami bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut tertanami. Percepatan tanam harus dijaga dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari,” katanya.
Di Kalimantan Barat, realisasi tanam mencapai 379,59 hektare. Kabupaten Landak menjadi salah satu lokasi kegiatan melalui gerakan tanam padi perdana di Dusun Semata, Desa Temiang Sawi, Kecamatan Ngabang.
Pada tahap awal, lahan yang ditanami seluas 2 hektare dari total 16 hektare yang dikelola Kelompok Tani Semata Tani Andalan, bagian dari Brigade Pangan Terus Berkarya. Secara keseluruhan, pengembangan CSR tahun 2025 di wilayah tersebut mencapai 128 hektare yang tersebar di Kecamatan Ngabang dan Sengah Temila.
Penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Kalimantan Barat menyatakan penguatan kapasitas petani dan keberlanjutan produksi menjadi fokus utama dalam program ini. Pendekatan Brigade Pangan juga diarahkan untuk mendorong modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan gerakan tanam perdana ini menjadi momentum untuk mengoptimalkan lahan yang telah dicetak secara bertahap.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi beras di Kabupaten Landak dan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, penyuluh pertanian, hingga petani. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat dalam memperluas lahan produktif nasional.
Kementan menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemanfaatan lahan baru guna meningkatkan produksi pangan nasional dan menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.