Ancaman Penyakit Hewan Mengintai, Kementan Ajak Peternak Wajib Vaksinasi

BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu mengajak peternak untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam vaksinasi ternak sebagai langkah utama mencegah penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS). Ajakan ini diperkuat melalui momentum Bulan Vaksinasi yang berlangsung sepanjang Maret hingga April 2026. Melalui Divisi Kesehatan Hewan, Reproduksi, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), BBPP Batu mengintensifkan kegiatan vaksinasi dengan melaksanakan booster ke-5 vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak ruminansia, serta vaksin Newcastle Disease–Avian Influenza (ND–AI) pada ayam petelur. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun kekebalan kelompok (herd immunity) guna melindungi ternak dari ancaman penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

PMK merupakan salah satu penyakit hewan dengan tingkat penularan sangat tinggi. Meski tingkat kematiannya relatif rendah, dampaknya terhadap produktivitas ternak sangat signifikan. Gejala seperti demam tinggi, luka pada mulut dan kaki, hingga penurunan nafsu makan dapat menyebabkan penurunan produksi secara drastis. Oleh karena itu, vaksinasi rutin dan terjadwal menjadi langkah pencegahan paling efektif yang perlu dilakukan peternak.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengendalian penyakit hewan, termasuk zoonosis, terus diperkuat melalui kebijakan strategis. Salah satunya melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2023 tentang Pelayanan Minimal Zoonosis Prioritas. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian, khususnya tenaga medis dan paramedis veteriner, terus dilakukan melalui pelatihan teknis berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan hewan yang optimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Widyaiswara sekaligus Ketua Divisi Kesehatan Hewan, Reproduksi, dan Kesmavet BBPP Batu, Widya Ayu Prasdini, mengingatkan pentingnya peran aktif peternak dalam menjaga kesehatan ternaknya. “Lindungi ternak dengan vaksinasi, wujudkan peternakan sehat dan produktif. Menjaga kesehatan ternak berarti menjaga masa depan,” ujarnya Rabu (08/04/26)

Selain vaksinasi, BBPP Batu juga mendorong peternak untuk menerapkan biosekuriti secara ketat, termasuk pengendalian lalu lintas ternak, sanitasi kandang, serta deteksi dini terhadap gejala penyakit. Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya penyakit di lingkungan peternakan. Melalui momentum Bulan Vaksinasi ini, BBPP Batu menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pengendalian penyakit hewan menular di Indonesia. Dengan ternak yang sehat, produktivitas meningkat, kesejahteraan peternak terjaga, serta ketahanan pangan nasional semakin kuat. (Ayu)