Perkuat Kompetensi Juru Sembelih Halal, UPT Pelatihan Kementan dan BAZNAS Bontang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
BONTANG – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) Unggas di Kota Bontang, Kalimantan Timur, pada 21–25 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan sekaligus memperkuat penerapan proses penyembelihan unggas yang sesuai dengan ketentuan syariah, standar kompetensi, serta prinsip higiene dan sanitasi.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.
“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.
Pelatihan mengusung tema “Penguatan Ekosistem Halal dan Daya Saing UMKM melalui Sertifikasi Juru Sembelih Halal” dan diikuti 30 peserta dari Kota Bontang. Kegiatan pelatihan berlangsung selama tiga hari, 21–23 September 2026, kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi kompetensi pada 24–25 September 2026.
Pembukaan kegiatan dihadiri Staf Ahli Pemerintah Kota Bontang, Anwar Sadat, yang mewakili Wali Kota Bontang. Turut hadir Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang Asdar Ibrahim, perwakilan BBPP Batu, Kementerian Agama, perangkat daerah terkait, Ketua Juleha Bontang, serta peserta pelatihan.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kuba Siga, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama BBPP Batu dalam pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya yang berasal dari proses penyembelihan, memenuhi ketentuan halal.
“Tiada lain tujuan kami, kecuali supaya apa yang dikonsumsi masyarakat Kota Bontang, utamanya dalam persoalan sembelih-menyembelih, itu halal secara syariah sehingga tidak ada lagi keraguan bagi kita,” ujar Kuba.
Selain aspek kesesuaian dengan syariah, Kuba menyoroti pentingnya kebersihan dan kondisi tempat penyembelihan. Ia berharap pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan secara bersama sehingga proses penyembelihan di masyarakat berlangsung secara aman, nyaman, dan bersih.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang mencakup penerapan syariat Islam, keselamatan dan kesehatan kerja, higiene dan sanitasi, penyiapan peralatan penyembelihan, pemeriksaan fisik hewan, penetapan kesiapan hewan untuk disembelih, hingga penerapan teknik penyembelihan dan pemeriksaan kelayakan proses penyembelihan. Peserta juga mengikuti praktik kompetensi di Rumah Potong Unggas (RPU).
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proses sertifikasi kompetensi. Peserta menjalani sejumlah tahapan asesmen, mulai dari ujian tulis, asesmen APD dan peralatan, unjuk kerja di RPU, wawancara, hingga ujian ibadah. Proses sertifikasi melibatkan LSP Pertanian, TUK Mandiri BBPP Batu, dan asesor.
Kerja sama BBPP Batu dan BAZNAS Kota Bontang merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman dalam rangka peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang peternakan. Dalam kerja sama tersebut, BBPP Batu berperan dalam penyelenggaraan pelatihan serta menyediakan perangkat dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi Juleha unggas.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kompetensi Juleha diharapkan dapat mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dalam proses penyembelihan unggas. Sertifikasi kompetensi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap kemampuan peserta berdasarkan skema sertifikasi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kolaborasi BBPP Batu dan BAZNAS Kota Bontang menjadi bagian dari penguatan sinergi kelembagaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang peternakan, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem halal dan daya saing pelaku usaha pangan di Kota Bontang.