Mentoring Brigade Pangan CSR di Kalimantan Barat, UPT Pelatihan Kementan Fokus Penguatan SDM dan Kelembagaan

Mempawah - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan  (BBPP) Batu terus memperkuat kapasitas Brigade Pangan CSR sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan mentoring Penguatan Kapasitas SDM dan Kelembagaan Brigade Pangan di Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung pada 8–11 Mei 2026 di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Sambas.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak generasi muda pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia, modernisasi pertanian, serta pemanfaatan teknologi dan mekanisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan sektor pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendampingan dan bimbingan teknis sangat diperlukan agar Brigade Pangan mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam menjalankan program di lapangan. Melalui penguatan yang terarah dan berkelanjutan, Brigade Pangan diharapkan mampu memahami penerapan teknologi pertanian modern, pengelolaan usaha tani, hingga strategi peningkatan produktivitas secara efektif.

Pendampingan di Kalimantan Barat dilakukan oleh Mentor dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Eko Fendi Baskoro, yang mendampingi Brigade Pangan di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Sambas.

Kegiatan diawali di Brigade Pangan Sepakat Berjaya dan Brigade Pangan Mitra Cahaya Surya, Kabupaten Mempawah. Pada kesempatan tersebut dilakukan penguatan kelembagaan kelompok agar Brigade Pangan mampu menjalankan program secara aktif, kompak, dan terorganisir.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Brigade Pangan Paranginan Kecamatan Sajingan dan Brigade Pangan Panca Benoa Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas. Bersama koordinator penyuluh dan penyuluh pendamping, pendamping memberikan penguatan terkait optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian yang telah diterima Brigade Pangan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, Brigade Pangan juga didorong untuk aktif mendokumentasikan berbagai kegiatan dan perkembangan program di lapangan.

Melalui kegiatan mentoring ini, Brigade Pangan diharapkan semakin profesional dan mandiri dalam menjalankan program pertanian di wilayah masing-masing. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya memperkuat kemampuan teknis anggota, tetapi juga membangun kapasitas kelembagaan dan mental kelompok sehingga mampu menjadi penggerak utama peningkatan produktivitas pertanian menuju swasembada pangan berkelanjutan, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat. (Efen)