UPT Pelatihan Kementan dan Disnak Jatim Perkuat Kompetensi SDM Lewat Pelatihan Pengolahan Hasil Susu

BATU – Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu bekerja sama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur menggelar Pelatihan Teknis Pengolahan Hasil Susu pada 15–17 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi SDM dalam mengolah susu menjadi produk yang aman, berkualitas, dan memiliki nilai tambah.

Pelatihan diikuti 60 peserta yang terbagi dalam dua angkatan. Angkatan I mengikuti pembelajaran pada 15–16 September 2026, sedangkan Angkatan II berlangsung pada 15 dan 17 September 2026. Keduanya menggunakan metode blended learning, dengan pembelajaran daring pada 15 September 2026 dan pembelajaran luring di BBPP Batu sesuai jadwal masing-masing angkatan.

Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan arah pembangunan pertanian yang menempatkan kualitas SDM sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun sektor pertanian yang kuat, termasuk subsektor peternakan dan kesehatan hewan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sektor pertanian yang kuat.

“SDM adalah kekuatan utama. Kita membutuhkan tenaga yang kompeten, profesional, dan mampu bekerja cepat di lapangan. Karena itu, peningkatan kompetensi harus terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta, tetapi juga dari penerapannya setelah kembali ke unit kerja.

“Pelatihan tidak boleh berhenti pada peningkatan pengetahuan. Kompetensi yang diperoleh harus dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja serta pelayanan di lapangan,” kata Idha.

Kepala BBPP Batu, Ugik Romadi, mengatakan bahwa pengolahan hasil susu memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Karena itu, peserta perlu dibekali tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktik yang dapat diterapkan setelah pelatihan.

“Susu merupakan salah satu komoditas peternakan yang memiliki banyak peluang untuk dikembangkan. Melalui pengolahan yang tepat, susu tidak hanya dikonsumsi sebagai produk segar, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah. Untuk itu, kompetensi SDM menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Ugik.

Ia menambahkan, pelatihan pengolahan hasil susu diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk sekaligus memahami pentingnya menjaga kualitas sejak bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari kebijakan hilirisasi peternakan, penanganan susu segar, dasar-dasar produk olahan susu, pengujian kualitas susu, pembuatan susu pasteurisasi, pembuatan yoghurt, hingga pembuatan es lilin yoghurt.

Pembelajaran tidak berhenti pada teori. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik, termasuk pengujian kualitas susu, pembuatan susu pasteurisasi, yoghurt, dan es lilin yoghurt. Porsi praktik menjadi bagian penting dalam pelatihan agar peserta memiliki pengalaman langsung dalam menerapkan proses pengolahan hasil susu. 

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman mengenai higiene dan sanitasi pemerahan, Good Hygiene Practices (GHP), Good Manufacturing Practices (GMP), pengujian mutu susu, hingga diversifikasi produk olahan susu. Materi tersebut diarahkan agar peserta mampu memahami proses pengolahan secara menyeluruh, mulai dari penanganan bahan baku hingga menghasilkan produk yang berkualitas.

Melalui pelatihan ini, BBPP Batu bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mendorong peningkatan kapasitas SDM agar mampu mengembangkan potensi susu secara lebih optimal. Penguatan keterampilan tersebut diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi produk, meningkatkan nilai tambah, serta mendukung pengembangan usaha peternakan yang semakin berdaya saing. (Catur)