Tim BBPP Batu-BPPSDMP Lawat Kampung ternak di Kaki Gunung Ijen

Tim BBPP Batu-BPPSDMP lawat kampung ternak di kaki Gunung Ijen Jawa Timur. Lawatan dipusatkan di Desa Sempol kecamatan Ijen kabupaten Bondowoso, yang merupakan kampung ternak khususnya jenis kambing BUR.

Menurut Sugeng petugas lapang dari Dinas pertanian kabupaten Bondowoso populasi ternak menyapai 20.000 ekor. Meskipun manajemen pengelolaan masih bersifat tradisional dengan pemberian pakan hijauan berupa daun Lantoro, para peternakan juga sudah piawai seperti penyuntikan dan lain-lain dan ini nampak dari kondisi ternak yang bersih dan gemuk.

Sebagai peternakan rakyat, ini bisa menjadi kunci penting dalam pemberdayaan sumber daya lokal dalam menjamin keberlanjutan produksi peternakan. Kedepan barangkali desa Sempor dapat dijadikan korporasi peternakan.

Karena wadah tersebut sangat diperlukan untuk kemajuan peternakan ke depan, sisi lain disamping memiliki kawasan peternakan juga sangat memungkinkan adanya gabungan dari sentra-sentra peternakan dan komponen pendukungnya. Dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing wilayah/desa Sempol.

Sejalan dengan harapan Kementerian Pertanian tumbuh kembangnya koorporasi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan, korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani yang berbadan hukum dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani.

“Korporasi petani bukan sekadar bertumpu pada produktivitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia menjalankan bisnis yang profit oriented,” kata Dedi.

Untuk mendukung hal tersebut, BPPSDMP menopang kesiapan dalam aspek sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono S.Pt, M.Si, saat kunjungan kerja dan berdialog dengan para peternak lebih dari 60% dihuni oleh generasi milenial, mengatakan
Pengembangan kawasan peternakan dapat memperkuat sistem usaha peternakan secara utuh dalam satu manajemen kawasan, sekaligus dapat memperkuat kelembagaan peternak dalam mengakses informasi, teknologi, prasarana dan sarana publik, permodalan, hingga dalam hal pengolahan dan pemasarannya. 

Jika hal itu dapat diwujudkan, maka rantai pasok suatu produk hasil peternakan dapat terkoordinasi dalam keseluruhan proses sejak dari penyiapan awal proses produksi, serta penyaluran produk hingga ke konsumen, mulai dari proses penyediaan input, proses produksi, transportasi, pergudangan, distribusi, hingga penjualan dan pengirimannya ke masyarakat sebagai konsumen.

Ada dua hal yang perlu dilakukan BBPP Batudan BPPSDMP dalam upaya melakukan bimbingan terhadap peningkatan kualitas SDM di Sempol yang pertama berkaitan dengan ketersediaan bahan baku pakan yaitu kulit kopi yang belum termanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan yang dapat dijadikan konsentrat. Yang kedua limbah kambing yang belum diolah sebagai nilai tambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress