Visi dan Misi

Arti Dari Warna dan Bentuk Logo Kementerian Pertanian


VISI Kementerian Pertanian

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, ditetapkan Visi Presiden dan Wakil Presiden RI 2020 – 2024 adalah “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”. Untuk mendukung Visi tersebut, maka Kementerian Pertanian menetapkan Visi Pertanian Tahun 2020 – 2024, yakni:  

Pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern untuk Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong

MISI Kementerian Pertanian

Dalam rangka mewujudkan visi ini maka misi Kementerian Pertanian adalah

  1. Mewujudkan ketahanan pangan
  2. Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Pertanian
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan prasarana Kementerian Pertanian


VISI BBPP-Batu


Terwujudnya Sumber Daya Manusia Peternakan yang Profesional, Mandiri, dan Berdaya saing Berorientasi pada Pengembangan dan Pemanfaatan Bioindustri dan Bioindustri yang berkelanjutan

MISI BBPP-Batu

 

  1. Meningkatkan kualitas program berbasis kinerja dan
    melaksanakan sistem informasi, pemantuan, evaluasi dan pelaporan serta
    melakukan pengendalian internal yang akurat dan kredibel.
  2. Melaksanakan pengembangan pelatihan teknis, fungsional
    dan kewirausahaan bagi aparatur dan non aparatur peternakan sesuai dengan
    standar kompetensi kerja (SSK).
  3. Meningkatkan kualitas pengeloaan administrasi
    penatausahaan, keuangan dan rumah tangga balai yang transparan dan akuntabel
    serta meningkatkan pendayagunaan sarana dan prasarana pelatihan serta
    produktivitas instalasi agribisnis.
  4. Meningkatkan Kompetensi tenaga pelatihan dalam
    memberikan pelayanan konsultasi agribisnis yang prima
  5. Meningkatkan kerjasama pelatihan dalam negri dan
    melaksanakan pelatihan kerjasama luar negeri.

Sasaran

  1. Meningkatnya kapasitas kelembagaan berdasar standar Nasional Dan Internasional,
  2. Meningkatnya kapasitas tenaga fungsional Widyaiswara dan Tenaga Pelatihan berdasar Standar Profesi,
  3. Terselenggaranya Diklat sesuai standar Nasional dan Internasional yang menghasilkan Sumber Daya Manusia Peternakan yang Inovatif dan Profesional,
  4. Terselenggaranya kerjasama dan jejaring kerja Pelatihan Peternakan,
  5. Terlaksananya Pembinaan, Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Internal.