Praktek Kompetensi Peserta Diklat Bagi Penyuluh Pertanian Ahli di UPT-BP Kecamatan Ngantang

 

PRAKTEK KOMPETENSI PESERTA DIKLAT BAGI PENYULUH PERTANIAN AHLI
DI UPT-BP KECAMATAN NGANTANG

Oleh Divisi Diklat Penyuluhan BBPP-Batu

Strategi mewujudkan sumberdaya manusia pertanian yang berkualitas, adalah melalui peningkatan kualifikasi aparat pertanian dan kualifikasi spesialisasi jabatan. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, peranan Penyuluh Pertanian menjadi semakin strategis dalam memfasilitasi proses pemberdayaan petani dan keluarganya. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan Penyuluh Pertanian dalam mengidentifikasi kebutuhan dan potensi petani dan pelaku agribisnis lainnya menjadi penting.

Pada tanggal 26 April s.d 01 Mei 2014, Divisi Diklat Penyuluhan BBPP Batu telah melaksanakan kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan (UPT-BP) Kecamatan Ngantang. Pelaksanaan kegiatan praktek kompetensi terfokus di tiga desa yang meliputi desa Kaumrejo, desa Sumberagung dan desa Pandansari yang merupakan desa yang terkena langsung dampak erupsi gunung kelud.

Praktek kompetensi merupakan kegiatan yang dilakukan guna memenuhi persyaratan untuk memenuhi kurikulum diklat tersebut diatas dan mecapai tujuan dari kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar  yang diharapkan peserta mampu melakukan identifikasi potensi wilayah dan  agroekosistem dengan menggunakan pendekatan PRA, menyusun programa penyuluhan tingkat desa, menyusun rencana kerja tahunan penyuluhan pertanian, menyusun materi penyuluhan pertanian, memilih metode penyuluhan, membuat alat bantu atau media penyuluhan, serta melakukan kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah desa yang ditempati kegiatan praktek kompetensi.
Tujuan  dilaksanakan praktik  kompetensi bagi peserta diklat adalah; a) Mengaplikasikan materi diklat yang diterima selama proses belajar mengajar di ruang kelas seperti; Identifikasi potensi wilayah, Menyusun programa penyuluhan pertanian, menyusun rencan kerja, melakukan evaluasi penyuluhan pertanian.b) Memupuk rasa percaya diri peserta diklat dalam menjalankan tugas  sebagai penyuluh pertanian, c) Meningkatkan kompetensi peserta diklat sebagai penyuluh pertanian ahli.

Kegiatan praktek kompetensi ini dilaksanakan berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia nomor 5/PER/KP.430/J/1/10  tanggal 18 Januari 2010 tentang pedoman umum penyelenggaran diklat  fungsional bagi penyuluh pertanian, dimana disebutkan bahwa kurikulum diklat dasar  bagi penyuluh pertanian ahli terdiri dari 150 jam pelajaran (JP) termasuk diantaranya 56 JP untuk kegiatan praktek kompetensi.

Peserta diklat dalam kegiatan praktek kompetensi merasa sangat senang hal ini ditunjukkan dengan antusias para peserta diklat untuk melakukan anjangsana di rumah masyarakat desa dan bersama-sama mengikuti  kegiatan bapak, ibu serta pemuda tani desa dilapangan. Dari kegiatan praktek kompetensi masyarakat desa sangat terbuka dan siap untuk ditempati sebagai lokasi kegiatan praktek kompetensi yang dilaksanakan oleh Divisi Diklat Penyuluhan Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *