Mengenal beberapa Penyakit yang menyerang Ternak Ruminansia (2)

 

2. Toksokariasis

Toksokariasis atau askariasis adalah cacingan pada anak sapi atau kerbau berumur antara 0-6 bulan yang disebabkan oleh cacing gilik. Infeksi diperoleh melalui air susu yang mengandung larva cacing atau menelan telur cacing yang infektif. Penyebarannya terdapat di seluruh Indonesia dan terjadi sepanjang tahun. Kejadiannya kurang dari 15%, tetapi dapat menimbulkan kematian. Kehilangan berat badan hngga anak sapi/kerbau berumur enam bulan dapat mencapai 16 kg/ekor.

Cacingan ini disebabkan oleh cacing gilik dari famili Acariadea, genus Toxocara dengan species Toxocara vitulorum atau Ascaris vitulorum atau Neoascarisvitulorum. Larva cacing menjadi dewasa setelah 35 hari sehingga kejadian infeksi tertinggi pada anak sapi atau kerbau terjadi pada umur 1-3 bulan. Telur berkembang menjadi larva infektif dalam waktu yang lama.

Anak sapi atau kerbau terinfeksi oleh larva secara horizontal langsung pada saat menyusu dan atau tidak langsung melalui pakan atau minum yang tercemar oleh telur cacing infektif. Sedangkan penularan secara vertikal terjadi pada saat janin masih ada di dalam kandungan.

Pada infeksi ringana tidak begitu nampak, tetapi pada infeksi yang berat akan terlihat ternak mencret secara terus menerus dengan bau yang tidak enak dan tinja mengotori sekitar pangkal ekor. Pada mulanya nafsu makan masih baik namun karena kekurangan cairan tubuh, maka anak sapi atau kerbau terlihat dehidrasi. Lemah, bulu kusam dankering serta malas berdiri.

Pada pemeriksaan di dalam (autopsi) ditemukan sejumlah cacing dewasa di dalam usus, dehidrasi dan peradangan usus yang bersifat ringan.

Pencegahan dilakukan dengan cara islasi.kandangkan hewan yang sakit, sanitasi kandang da perbaikan kualitas pakan. Hal tersebutdilakukan karena tinja.kotoran merupakan sumber penularan oleh sebab itu kebersihan kandang, tempat minum dan makan merupakan kunci pencegahan penularan.

Pengobatan anak sapi atau kerbau pada umur 10-16 hari dengan pemberian obat-obatan cacing sesuai anjuran akan dapat membunuh stadium larva dewasa sehingga dapat mengurangi kontaminasi lapangan dan menekan patogenesitas cacing dewasa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *