Master Plan Penyuluhan

Istilah Master Plan, umumnya sangat dibutuhkan bagi kepentingan sebuah perencanaan. jangka waktunya pun tidak tanggung-tanggung. Biasanya berkisar 25 tahun ke depan.

Oleh karena itu, jika kita bicara tentang Master Plan, maka cara pandang yang dikembangkan selayaknya selalu dikaitkan dengan perguliran waktu yang ada, sekaligus juga dengan membaca isyarat zaman yang tengah menggelinding. Dengan demikian menjadi sangat terang benderang, yang namanya Master Plan adalah skenario ke depan yang dirancang dengan pola perencanaan jangka panjang.

Dari sekian banyak Master Plan yang tengah disiapakan pemerintah, sorotan terhadap Master Plan Penyuluhan Pertanian (MP3), kelihatannya menjadi sangat penting untuk didalami lebih jauh. MP3 yang sekarang tengah menjadi pembahasan di berbagai tempat pada hakekatnya merupakan langkah yang tepat guna menjaring aspirasi dari beragam kalangan. Selain kegiatan ini dianggap sebagai “pengujian” awal atas rumusan pemikiran yang telah dirumuskan, juga sebagai ajang untuk melengkapi berbagai kekurangan yang mungkin saja terjadi tatkala rumusan MP3 ini disusun.

Master Plan Penyuluhan Pertanian ini disusun untuk menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) pertanian, mulai dari instansi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, petani, industri pengolah, pedagang dan masyarakat lainnya. Secara khusus MP3 ini diharapkan mampu menjadi pola pikir dan pola tindak bersama (common platform) bagi para pemangku kepentingan tentang peran dan upaya yang dapat dilaksanakan, dengan siapa harus bersinergi serta kapan dan dimana harus berperan, untuk memberikan kontribusi yang optimal dalam mewujudkan penyuluhan pertanian yang berkualitas.

Sedangkan tujuan disusunnya MP3 adalah pertama, memberikanarah dan pedoman bagi unit kerja yang menangani penyuliuhan pertanian agar pembangunan penyuluhan pertanian yang dilakukan dapat serasi dan sinkron, baik antar kebijakan, antar program sektoral dan wilayah dalam rangka mewujudkan penyuluhan pertaian yang berkualitas.

Kedua, menyelaraskan antar tuhgas-tugas pembangunan dan pengelolaan penyuluhan pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketiga, memberikan acuan kebijaksanaan untuk menuju dan menjamin terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Keempat, menjadikan rujukan dalam penyusunan rencana-rencana yang lebih operasional dan teknis. dan kelima, sebagai strategi INduk Penyuluhan Pertanian.

Sasaran yang ingn dicapai dari penyusunan MP3 ini adalah tersedianya dokumen perencanaan sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan agar : pertama, langkah dan gerak penyuluhan pertanian lebih terarah untuk menciptakan efisiennsi dan efektivitas dalam alokasi sumber daya dan kedua terciptanya sinergitas pelaksanaan penyuluhan pertanian, baik dalam rencana maupun kegiatan.

Kedua, sasaran ini mutlak dirajut dan dikaitkan dengan tujuan dilahirkannya MP3. Mengacu pada hal-hal yang telah diutarakan diatas, MP3 adalah kegiatan yang harus segera dilakukan dan tidak boleh ditunda-tunda lagi pelaksanaannya. Salah satu pertimbangannya adalah karena penyuluhan pertanian merupakan “entry point” ke arah terwujudnya kesejahteraan petani.

Oleh : Entang Sastraatmadja, Direktur Ekskutif Petani Center HA IPB,
Sumber : Sintani, 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *