Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu

Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu

Profil Divisi  Pasca Panen dan Hasil Susu

 

Aktivitas Divisi Pasca Panen dan Pengolahan Susu

Produk olahan hasil ternak (daging, susu, telur dan ikutannya) merupakan salah satu bahan pangan strategis dalam menunjang pembangunan nasional khususnya dalam penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas, mengingat produk ini memiliki kandungan gizi essensial seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral yang seimbang dan sangat dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang ada di lapangan bahwa status gizi masyarakat Indonesia masih relatif rendah akibat asupan gizi dari bahan pangan asal ternak masih rendah. Karbohidrat masih mendominasi unsur giziyang terkandung  dalam makanan yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sementara unsur gizi yang lain yaitu protein, lemak, protein dan mineral masih tersedia dalam jumlah yang  relatif sedikit. Produk olahan hasil ternak dengan berbagai kelebihannya juga sangat mudah rusak akibat penyimpanan dan penanganan yang kurang higienis. Kerusakan ini disebabkan karena produk olahan hasil ternak merupakan media yang baik untuk tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme, sehingga dapat mengganggu kesehatan konsumen berupa penyakit akibat terkontaminasi mikroorganisme pateogen (food borne illness), terutama pada produk susu. Oleh karena itu diperlukan penanganan dan pengolahan bahan pangan asal ternak menjadi suatu produkolahan yang berbasis GMP dan bermanfaat.

    Divisi Penanganan dan Pengolahan Susu adalah salah satu instalasi yang dimiliki BBPP Batu yang merupakan tempat peserta diklat baik aparatur maupun non aparatur berlatih tentang menangani susu sehingga susu kualitasnya dapat dipertahankan, bagaimana menguji kualitas susu dan produk olahannya serta mengolah susu menjadi produk olahan susu yang beraneka ragam.
    Dalam rangka mendukung keberhasilan peserta dalam belajar dan berlatih, divisi susu dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti ruang diskusi, ruang laboratorium pengujian kualitas susu dan ruang prosesing susu.

    Jenis-jenis diklat yang dilaksanakan meliputi Diklat Pengolahan Susu Berbasis GMP; Diklat Peningkatan Nilai Tambah Produk Susu; Diklat Peningkatan Nilai Tambah Produk Susu Fermentasi. Selama pelatihan peserta diklat dibimbing oleh Widyaiswara, Nara Sumber dan Praktisi yang kompeten dibidangnya dengan harapan peserta mendapatkan bekal teori, pengalaman praktek serta berkembangnya wawasan dalam berwirausaha dibidang produk olahan susu.

   Selain menyelenggarakan diklat, divisi penanganan dan pengolahan susu juga menjadi tempat praktek kerja industri bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah yang dilakukan selama 3 bulan. Disamping itu juga menerima kegiatan magang atau praktek kerja lapang (PKL) yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi selama 1 bulan. Para siswa atau mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan yang ada pada divisi yaitu ikut terlibat / membantu dalam proses produksi produk olahan susu. Produk-produk olahan susu yang diproduksi antara lain susu pasteurisasi, ice cream, yoghurt, permen susu, stik susu, kerupuk susu, nugget susu dan lainnya.