Artikel Pelatihan

now browsing by category

 

BBPP Batu dengan Paravetindo Malang Tingkatkan Kompetensi Petugas Paramedik di Wilayah Malang Raya


Program pembangunan peternakan sebagai upaya pencapaian program swasembada daging secara nasional akan terkendala manakala angka kejadian penyakit hewan menular masih tinggi di lapangan. Penyakit tersebut apabila tidak ditangani secara serius akan berdampak pada kelangsungan hidup dari ternak serta menimbulkan  kerugian ekonomi yang sangat besar, secara sosio-psikologis kondisi ini juga dapat berdampak terhadap kecemasan masyarakat untuk mengkonsumsi daging akibat penyakit ternak yang bersifat zoonosis atau yang dapat menular ke manusia.

Kekhawatiran akan dampak negativ yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut dapat dicegah atau ditekan apabila terdapat program pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit yang baik serta didukung oleh sarana prasarana yang memadai serta SDM yang terampil dan profesional.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas medis dan paramedis merupakan suatu prioritas. Dengan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas paramedis, maka diharapkan diagnosa terhadap penyakit akan lebih akurat sehingga penangannya akan lebih cepat dan tepat.

Mendukung hal tersebut, DPC Paramedik Veteriner dan Inseminator Indonesia (Paravetindo) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu BPPSDMP melaksanakan Pelatihan Paramedik Kesehatan Hewan (Cluster Pengendalian Penyakit) angkatan 1 pada tanggal 06 – 19 September 2022. Kegiatan di ikuti oleh 20 orang anggota paravetindo wilayah Malang Raya.

Pelatihan dibuka pada hari Selasa (06/09/2022) di Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu oleh Kepala Balai yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan, Sugino. Pelatihan ini  bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kerja petugas paramedik sesuai dengan standar kompetensi kerja di bidang paramedik serta membangun landasan untuk pelaksanaan tugas sebagai petugas paramedik di area Malang Raya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyebutkan bahwa untuk mencapai produktivitas yang baik dibutuhkan SDM petani dan penyuluh pertanian yang handal. Untuk mencapai kualifikasi tersebut adalah tugas widyaiswara dan pengelola pelatihan pertanian-peternakan. “Segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP,” ujar Dedi

Dalam sambutannya, Koordinator Penyelenggara Pelatihan BBPP Batu berharap agar peserta pelatihan dapat berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga apa yang sudah didapat pada saat pelatihan dapat diterapkan di masyarakat yang menjadi wilayah kerjanya. “Pada saat pelatihan nanti harus banyak berdiskusi dengan para fasilitator dan narasumber sehingga pada saat menangani di lapangan nanti bisa lebih profesional dan dapat bermanfaat di masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Sugino.

Pada pelatihan ini, peserta akan dibekali materi oleh Narasumber, praktisi dan juga fasilitator yang berasal dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, PAVETI Jawa Timur, Paravetindo Jawa Timur, PDHI Jawa Timur II serta Widyaiswara BBPP Batu. Dengan total jumlah jam berlatih selama 112 jam pelajaran selama 14 hari.

Pada tanggal 06 – 09 September 2022 peserta akan diberikan teori secara tatap muka di BBPP Batu dilanjutkan pada tanggal 10 – 17 September 2022 peserta akan melakukan pemahiran penyelia di wilayah kerjanya masing-masing dengan pendampingan dari penyelia, di tengah pemahiran tersebut akan ada uji kompetensi oleh widyaiswara BBPP Batu selama dua hari, dan pada tanggal 18 September 2022 peserta akan melakukan presentasi hasil secara online lalu ditutup pada tanggal 19 September 2022 dengan acara penutupan dan evaluasi. SALSA/DWI/BBPPBATU

artikel juga dipublish di https://www.swadayaonline.com/artikel/11685/BBPP-Batu-dengan-Paravetindo-Malang-Tingkatkan-Kompetensi-Petugas-Paramedik-di-Wilayah-Malang-Raya/

BPPSDMP Gembleng Admin dan Koordinator BPP melalui Pelatihan Manajerial

Konsistensi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam upaya meningkatkan kapasitas penyuluh terus dilaksanakan diantaranya melalui Kegiatan Pelatihan Manajerial BPP Kontratani yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. 

Pelatihan mulai 8-11 Maret 2022 dan diikuti oleh 30 peserta dari 14 BPP Konstratani yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Pelatihan kali ini diperuntukan bagi tenaga admin dan koordinator BPP.

Dalam amanatnya Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan  bahwa Konstrani memiliki peranan penting untuk pertanian daerah dan nasional sekaligus menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian. Tokoh penggerak utamanya yaitu penyuluh, petani dan petugas lapangan lainnya seperti POPT, petugas Alsin, dan lainnya. Peran Kostratani sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.

Selanjutnya BPP Kostratani juga terkait dengan Big Data atau data yang memiliki skala, distribusi, keragaman yang sangat besar, dan abadi. Kostratani adalah sumber data. Maka seluruh data pertanian yang dibutuhkan harapannya akan ada di Kostratani. Sehingga proses pendataan pada Kostratani membutuhkan penggunaan arsitektur teknikal dan metode analitis yang inovatif untuk mendapatkan wawasan yang dapat memberikan nilai bisnis baru atau informasi yang bermakna.

Khusus untuk pembangunan SDM Pertanian, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik  Susanto selalu bersinergi dengan pemerintah pusat, Kementrian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian diantaranya, melalui Komando Strategi Pertanian (Kostratani).

Sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, BPP Kostratani juga melakukan pendampingan dan pengawalan sehingga terjalin kolaborasi antara penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya, petani menjadi hal penting dalam manajemen gerakan pembangunan pertanian di kecamatan, tentu saja dengan dukungan Kostrada, Kostrawil dan Kostratanas. Diantaranya memantau ketersediaan benih, pupuk, alsintan, teknologi, pembiayaan, pangan, informasi harga, dan melakukan percepatan pelaksanaan program kegiatan pembangunan pertanian di WKPP. 

Sementara itu, Widyaiswara BBPP Batu Karel Daniel Ishak Sir, SP, M.Agr mengatakan semua sumber data dari Kostratani, seperti Data Petani, Data Kelembagaan Pelaku Utama (seperti poktan, gapoktan, KEP), Data Kelembagaan Penyuluhan (BPP dan Posluhdes), Data Ketenagaan Penyuluhan baik PNS, THLTBPP, Swadaya, dan Swasta serta Materi dan Informasi Penyuluhan harus dapat diakses melalui sistem.

Untuk selanjutnya setelah data dasar terinput dengan benar, maka diperlukan penguatan data dan infomasi. Untuk itu BPP Kostratani juga perlu melakukan updating verifikasi validasi mengenai Data Areal Tanam, Harga Komoditas, SDM Pertanian, e-proposal, Data Komoditas Ekspor, juga Data Populasi dan Produksi.

Selain itu updating juga dilakukan pada Data Statistik Pertanian, Data Potensi Wilayah, Data Standing Crop, Data Petani dan Pengusaha Pertanian Milenial dengan NIK, Data Kelembagaan Penyuluhan, Data Ketenagaan Penyuluhan, dan Data Kelembagaan Petani.

“Dengan pelatihan yang diberikan, kita berharap BPP Kostratani semakin siap menjalankan program-program utama Kementerian Pertanian juga program di BPPSDMP,” kata Karel.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress