Bibit Ternak Bersertifikat Menjadi Suatu Tuntutan

Bibit Ternak Bersertifikat Menjadi Suatu Tuntutan

Keberadaan bibit dan benih ternak bersertifikat kian dirasakan penting. Hal ini seirng dengan semakin tingginya tuntutan konsumen untuk mendapatkan produk bibit dan benih ternak yang terjamin kualitas produksi dan performanya. Pememrintah akhir-akhir ini semakin gencar mendorong produsen benih dan bibit ternak untuk melaksanakan sertifikasi terhadap produk yang dihasilkannya. Hal itu bertujuan untuk memberikan jaminan kualitas sekaligus perlindungan bagi konsumen benih/bibit ternak di dalam negeri.

Menghasilkan benih dan bibit ternak yang telah bersertifikat sebenarnya bukan semata-mata dari keinginan dari pemerintah saja. Hal ini merupakan suatu amanah dari UNdang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam PAsal 13 ayat 4 UU NO. 18/2009 tersebut dinyatakana bahwa setiap benih/bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat layak benih atau bibit yang memuat keterangan mengenai silsilah dan ciri-ciri  keunggulan tertentu. Sekarang ini yang beredar adalah bibit yang belum berstandar. Di masyakarat, sapi betina produktif sering disebutsebagai bibit, padahal sebenarnya jika mengacu kepada standar SNI yang ditetapkan pemerintah belum tentu ternak tersebut dapat masuk dalam kriteria sebagai bibit ternak. Harapan ke depan tidak hanya sapi dan semen beku sapi saja yang bersertifikat tetapi semua benih/bibit ternak semua jenis ternak yang dipasarkan  sehingga akan ada jaminan kualitas dana nperlindungan terhadap konsumen.

Persyaratan untuk bisa mengajukan sertifikasi benih/bibit ternak adalah pelakunusaha pembibitan harus memenuhi persyaratn dasar yaitu telah menerapkan Good Breeding Practise (GBP) dan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 : 2008 serta produk yang disertifikasi sudah sesuai SNI produk yang bersangkutan.Jika persyaratan tersebut sudah dipenuhi maka dalam waktu yang tidak terlalu lama maka sertifikat dapat dikeluarkan kecuali kalau masih diperlukan perbaikan dokumen, dan lain. Sebagai informasi bahwa Lembaga Sertifikasi Produk (LS Pro) yang berkedudukan di Ditjen PKH merupakan lembaga yang melakukan sertifikasi.Bagi yang yang ingin mengajukan permohonan sertifikasi dapat langsung datang ke kantor LS Pro tersebut yang beralamat di Lantai 7 Gedung C Kompleks Kementerian Pertanian Ragunan Jakarta Selatan. Sementara ini biaya untuk sertifikasi ditanggung melalui dana APBN. Dengan adanya fasilitas bantuan pembiayaan ini diharapkan semakin banyak pembibit yang melakukan pengajuan sertifikasi ini. 

Sumber : Ditjend Peternakan dan Kesehatan Hewan.