Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar, Kementan Panen 832 Ton di Kabupaten Lamongan - BBPP BATU

Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar, Kementan Panen 832 Ton di Kabupaten Lamongan

Kementerian Pertanian melakukan kegiatan Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar yang digelar secara serentak selama beberapa hari di 30 provinsi dan 113 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Panen Padi Nusantara Sejuta Hektare dipusatkan di Kabupaten Kebumen oleh Presiden RI, Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, pada hari Kamis (09/03/2023).

“Panen raya satu juta hektar akan dimulai di Kebumen. Saya koordinasi dengan Bupati Kebumen, dan melihat memang yang siap untuk melakukan panen raya pada bulan Februari-Maret itu di Kebumen,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo.

Mentan Syahrul mengatakan berdasarkan prognosa atau perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS) luas panen padi pada Februari 2023 mencapai 1,4 juta hektare dan puncak panen berlangsung pada bulan Maret-April.

“Berarti, jika produktivitas 6 ton per hektar, ada produksi padi lebih kurang 4 juta ton, sehingga ini membuktikan adanya panen raya padi dengan produksi atau ketersediaan” tambah SYL.

Di Provinsi Jawa Timur, pelaksanaan panen raya tersebar di 17 Kabupaten yaitu Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jember, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Pasuruan.

Kabupaten Lamongan menjadi lokasi pendampingan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dan menjadi titik kumpul Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar pada hari Jum’at (10/03/2023). Lokasi pelaksanaan panen di Kabupaten Lamongan terletak di Desa Kawistolegi Kec. Karanggeneng dengan luasan hamparan 114 hektar.

Padi yang dipanen di Kabupaten Lamongan merupakan varietas inpari 32 yang merupakan varietas unggul yang cocok ditanam di musim hujan dan kemarau di bawah 500 mdpl.  Varietas inpari 32 yang dipanen kali ini mampu mencapai jumlah produksi sebanyak 832 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Moch. Wahyudi, mengatakan bahwa Kabupaten Lamongan termasuk wilayah yang kaya akan hasil pertanian karena mayoritas warganya adalah petani.
“Kita surplus 125 ribu ton pada tahun 2022. Untuk tahun ini insyaallah akan terus meningkat dan akan melimpah” katanya.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Kepala BBPP Batu, Sabir. “Kami sangat mengapresiasi para petani, khususnya di Kabupaten Lamongan karena merupakan kontributor terbesar di Jawa Timur. Produktivitas pertanian di Kabupaten Lamongan  ini juga mampu melampaui rata-rata produktivitas pertanian nasional” ujar Sabir.

Kepala Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga mengapresiasi kinerja Petani, Poktan, Gapoktan, Penyuluh, Penggilingan Padi dan semua pelaku Usaha Perberasan Nasional karena telah berhasil meningkatkan produktivitas padi. (Humas BBPP Batu)

Leave a Reply