Kementan RI Tingkatkan SDM Pertanian Melalui Penumbuhan P4S Wilayah NTB

Artikel Artikel Umum

Pemberdayaan Masyarakat Tani merupakan proses perubahan pola pikir, perilaku dan sikap petani dari subsistem tradisional menjadi petani modern yang berwawasan agribisnis melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Kementan RI terus berupaya untuk menumbuhkan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya).

Kementerian Pertanian memiliki program untuk mewujudkannya. Program ini meliputi tiga aspek, yaitu pemberdayaan sumberdaya manusia petani; pemberdayaan kelembagaan petani; dan pemberdayaan usaha tani.

Petani belajar dari petani adalah praktek pembelajaran di lingkungan masyarakat tani dan sudah berlangsung lama dan berkembang secara alamiah. Model pembelajaran petani seperti itu diakui memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalamen capaian hasil belajarnya.

Hal ini terwujud karena petani lebih mudah belajar apa bila pengetahuan dan pengalaman disampaikan dengan menggunakan “bahasa” petani, dimana keterampilan dipelajari secara langsung dan dapat dipraktekkan sehingg lebih meyakinkan petani yang sedang dalam proses pembelajaran

P4S mempunyai potensi yang besar bagi pembangunan pertanian nasional. P4S berasal dari, oleh dan untuk masyarakat yang berbasis di pedesaan. Oleh karena itu upaya-upaya pemberdayaan perlu lebih ditingkatkan agar mampu menghadapi tantangan baik masa kini dan maupun masa yang akan datang teruatama pada masa pandemi Covid – 19 ini. Selain itu tuntutan teknologi 4.0.

Mengingat peran kelembagaan P4S yang sangat strategis tersebut, maka Pemerintah terus mendorong penumbuhkembangan P4S dalam rangka mempercepat proses pembangunan pertanian dan perdesaan. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk memberdayakan P4S melalui pembinaan secara berkesinambungan, baik dari aspek manajemen pelatihan/permagangan maupun pengembangan usaha. Sehingga diharapkan P4S dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam mengembangkan SDM pertanian.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu meupakan salah satu UPT dibawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementerian Pertanian mempunyai wilayah binaan P4S yang berada di Nusa Tenggara Barat, Bali, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. BBPP Batu bertugas untuk mengidentiifkasi, menumbuhkan dan membina P4S diwilayah tersebut.

Happy Aprillia, S.Pt, M.Pt dari BBPP Batu didampingi oleh H. Nurhain Koordinator Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kab. Lombok Timur berserta tim melakukan identifikasi terhadap P4S yang berada di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga, Kab. Lombok Timur, Kamis (10/2/2022).

Pada kesempatan tersebut, salah satu Duta Petani Milenial dari Provinsi NTB, Dedi Irawan, S.Pd menyampaikan mempunyai keinginan yang kuat untuk mendirikan P4S. “P4S Gudang IR ini mempunyai komoditas pembibitan Cabe dan pembuatan pupuk organik serta media tanam organik, harapannya adalah dengan mendirikan P4S ini, masyarakat dapat mencontoh untuk melakukan pertanian organik,” ungkap DPM yang akrab dipanggil Irawan tersebut.

Selain itu Irawan mengungkapkan bahwa P4S yang diketuai oleh Mijahamuddin Alwi, M.Pd salah satu dosen jurusan biologi Universitas Hamzanwadi Kab. Lombok Timur telah sering dijadikan tempat magang mahasiswa, selain itu petani sekitar juga telah banyak belajar bagaimana melakukan pembibitan cabe dan tidak menggunakan pupuk organik.

Bagaimanapun juga petani perlu beralih ke pertanian organik. Mijahamuddin beranggapan bahwa menggunakan pupuk kimia juga dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

H. Nurhain dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa daerah Suralaga merupakan sentra pertanian cabe dan selalu ada setiap musim. Keinginan P4S Gudang Ir untuk melakukan pembibitan dan pertanian cabe secara organik sangatlah baik, dan tentunya Dinas Lombok Timur akan mendukung penuh.

“Semoga P4S Gudang IR dapat segara dikukuhkan oleh Kementerian Pertanian,” harap H. Nurhain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *