BPPSDMP Gembleng Admin dan Koordinator BPP melalui Pelatihan Manajerial

Konsistensi Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dalam upaya meningkatkan kapasitas penyuluh terus dilaksanakan diantaranya melalui Kegiatan Pelatihan Manajerial BPP Kontratani yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu. 

Pelatihan mulai 8-11 Maret 2022 dan diikuti oleh 30 peserta dari 14 BPP Konstratani yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Pelatihan kali ini diperuntukan bagi tenaga admin dan koordinator BPP.

Dalam amanatnya Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan  bahwa Konstrani memiliki peranan penting untuk pertanian daerah dan nasional sekaligus menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian. Tokoh penggerak utamanya yaitu penyuluh, petani dan petugas lapangan lainnya seperti POPT, petugas Alsin, dan lainnya. Peran Kostratani sangat dibutuhkan, khususnya untuk membantu petani meningkatkan produktivitas.

Selanjutnya BPP Kostratani juga terkait dengan Big Data atau data yang memiliki skala, distribusi, keragaman yang sangat besar, dan abadi. Kostratani adalah sumber data. Maka seluruh data pertanian yang dibutuhkan harapannya akan ada di Kostratani. Sehingga proses pendataan pada Kostratani membutuhkan penggunaan arsitektur teknikal dan metode analitis yang inovatif untuk mendapatkan wawasan yang dapat memberikan nilai bisnis baru atau informasi yang bermakna.

Khusus untuk pembangunan SDM Pertanian, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Trenggalek Ir. Didik  Susanto selalu bersinergi dengan pemerintah pusat, Kementrian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian diantaranya, melalui Komando Strategi Pertanian (Kostratani).

Sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, BPP Kostratani juga melakukan pendampingan dan pengawalan sehingga terjalin kolaborasi antara penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya, petani menjadi hal penting dalam manajemen gerakan pembangunan pertanian di kecamatan, tentu saja dengan dukungan Kostrada, Kostrawil dan Kostratanas. Diantaranya memantau ketersediaan benih, pupuk, alsintan, teknologi, pembiayaan, pangan, informasi harga, dan melakukan percepatan pelaksanaan program kegiatan pembangunan pertanian di WKPP. 

Sementara itu, Widyaiswara BBPP Batu Karel Daniel Ishak Sir, SP, M.Agr mengatakan semua sumber data dari Kostratani, seperti Data Petani, Data Kelembagaan Pelaku Utama (seperti poktan, gapoktan, KEP), Data Kelembagaan Penyuluhan (BPP dan Posluhdes), Data Ketenagaan Penyuluhan baik PNS, THLTBPP, Swadaya, dan Swasta serta Materi dan Informasi Penyuluhan harus dapat diakses melalui sistem.

Untuk selanjutnya setelah data dasar terinput dengan benar, maka diperlukan penguatan data dan infomasi. Untuk itu BPP Kostratani juga perlu melakukan updating verifikasi validasi mengenai Data Areal Tanam, Harga Komoditas, SDM Pertanian, e-proposal, Data Komoditas Ekspor, juga Data Populasi dan Produksi.

Selain itu updating juga dilakukan pada Data Statistik Pertanian, Data Potensi Wilayah, Data Standing Crop, Data Petani dan Pengusaha Pertanian Milenial dengan NIK, Data Kelembagaan Penyuluhan, Data Ketenagaan Penyuluhan, dan Data Kelembagaan Petani.

“Dengan pelatihan yang diberikan, kita berharap BPP Kostratani semakin siap menjalankan program-program utama Kementerian Pertanian juga program di BPPSDMP,” kata Karel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress