Tingkatkan Agenda Intelektual Melalui Pelatihan Pengolahan Daging Bagi Aparatur

Mengikuti arahan yang selalu disampaikan oleh Menteri Pertanian, Yasin Syahrul Limpo, kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas mutu SDM adalah fokus utama untuk memajukan program kementerian pertanian. Kegiatan inilah yang mampu membuat sektor kementerian pertanian dapat bertahan ditengah pandemi.  

Mengingat target yang dimiliki kementerian pertanian ada 3 hal yakni memenuhi kebutuhan seluruh mesyarakat Indonesia yang mencapai 273 juta jiwa, meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani, dan meningkatkan komoditi ekspor maka pemerintah terus mengupayakan kegiatan bagi petani dan penyuluh aparatur maupun non aparatur.  

BBPP Batu pada hari Senin, (14/2/22) telah menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Daging Bagi Aparatur yang resmi dibuka oleh Kepala Balai, Dr. Sabir, S.Pt, M.Si. Bertempat di Aula Brizantha Batu, kegiatan pembukaan ini diikuti sebanyak 30 peserta Aparatur serta beberapa orang dari tim panitia penyelenggara. Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama 7 hari sejak tanggal pembukaan hingga hari Minggu, (20/2/2022).  

Produk olahan daging yang dipandang sebagai bahan pangan strategi dalam menunjang pembangunan nasional khususnya penciptaan SDM yang berkualitas, dianggap mampu menjadi jaminan untuk mencapai ketiga target yang ditetapkan pemerintah.  

Bapak Sabir dalam sambutannya menyampaikan, “Sebagus apapun teknologi yang ada di masa kini, tetap harus ditunjang dengan SDM yang kompeten, yang mampu memahami dan menguasai teknologi tersebut,”  

Pada pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dasar pengolahan daging, materi pengolahan daging berbasis GMP (Good Manufactory Practice), serta beberapa praktek seperti membuat abon, membuat bakso, membuat beef patties, membuat nugget ayam, penyimpanan dan pengemasan produk, juga bagaimana pemasaran produk dengan sistem online secara efektif. Pemateri pada pelatihan kali ini berasal dari Dinas Perijinan Kota Batu, Pondok Pesantren Bahrur Mafiroh Kota Malang, Praktisi dari Kabupaten Malang, dan Widyaiswara BBPP.  

Untuk menilai perkembangan yang didapat oleh peserta, tim panitia juga melaksanakan evaluasi seperti evaluasi awal dan akhir pembelajaran, evaluasi sikap, evaluasi pada para pengajar dan penyelenggara pelatihan, juga dilakukan sosialisasi pengisian IKSK (Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan) sebagai alat untuk memantau perkembangan peserta.  

“Amati pola perbedaan yang ada di setiap lingkungan. Semoga apa yang didapat saat pelatihan nanti bisa diimplementasikan ke lingkungan asal saudara-saudara. Jangan seperti pesan Bapak Menteri sebelumnya, yang mengatakan banyak peserta seperti air yang berhenti ditengah pipa. Manfaatkan ilmu untuk semua orang, jangan hanya berhenti pada diri sendiri,” tambah Bapak Sabir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress