Start Up Milenial Yogurt, Bukti Kementan Percepat Regenerasi Petani

Artikel Artikel Umum Berita

Slamet Suwanto salah satu generasi milenial yang berdomisili di Dusun Candirejo Rt 05 Rw 13 Desa Kiringan Kabupaten Boyolali, karena keberhasilannya dalam bidang peternakan di pengolahan susu sapi menjadi yogurt, dengan rasa stroberi dan bluberi yang telah memiliki registrasi dari BP-POM Jawa Tengah, sedang rasa coklat dan durian dalam proses keluar nya izin dari BP-POM Jawa Tengah.

Petani millenial ini lulusan MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta termotivasi untuk berusaha di pengolahan susu karena potensi produksi susu di Kabupaten Boyolali berkembang tetapi yang bergerak di bidang pengolahan susu khususnya yogurt masih sangat terbatas. Dengan motivasi dari teman kuliah nya, maka usaha Slamet Suwanto mulai dari tahun 2009 dengan peralatan sederhana dan penjulan di sekitar desanya serta kemasan masih sangat sederhana di sesuaikan pangsa pasar (daya beli konsumen). Pada tahun 2016 mulai membuat rumah produksi yang seluas 6 x 12 = 72 M2. Pada tahun 2019 melakukan ijin PRT dan MI serta BP-POM, izin PRT dan MI telah keluar tahun 2000 dan BP-POM keluar Tahun 2001. 

Bahwa hidupnya pertanian (peternakan) adalah merupakan hidupnya bangsa di era generasi milenial, tegas menteri pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH. M.Si Start up bidang pertanian bertujuan “mempercepat peran generasi millenial dalam mengembangkan dan memajukan sector pertanian/peternakan agar lebih produktif dan berpeluang eksport, hal tersebut dilakukan petani muda yang dapat memberikan kontribusi dalam Gerakan pembangunan pertanian/peternakan” ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Pertanian Prof. Dr. Ir. Dedy Nushamsy, M.Agr., menyatakan pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan covid 19 karena berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh, produksi bahan makanan pada masa pademi covid 19 tetap terus berjalan.

Millenial Slamet Suwanto merupakan millenial yang adaptif, kreatif, inovatif dan tahan banting dalam usaha pengolahan susu khusunya yogurt sebagai upaya mempercepat ketahanan / immunitas tubuh dan ketahanan pangan nasional, yang dalam kegiatan di lapangan di dampingi petugas dinas serta para penyuluh lapangan sehingga perizinan dan ketrampilan terus meningkat, tegas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali Ir. Bambang Purwadi. (10/2/22)

Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu memiliki wilayah dalam rangka mempercepet peningkatan SDM pertanian khususnya bidang pengolahan susu dan pengolahan daging, Kabupaten Boyolali merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah merupakan penghasil susu dan daging yang cukup tinggi sehingga di lakukan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan.

Setiap hari Slamet Suwanto telah memproduksi yogurt dengan bahan susu murni 150 liter dan tenaga kerja wanita (ibu rumah tangga dan millenial) sebanyak 11 orang. Untuk pemasaranya wilayah solo raya, resto, café, outlet, bakery, dapur solo dan masyarakat wilayah boyolali. Sekarang sedang menjalin kerjasama ke wilayah Kalimantan dengan kemasan dari plastic seperti es lilin. Terang Slamet Suwanto.    

Analisa usaha pengolahan susu murni menjadi yogurt dari 150 liter susu muni, tenaga kerja dan bahan serta kemasan dan lainnya mendapatkan keuntungan bersih Rp 705.000,- jadi dalam satu bulan pendapatan bersih slamet suwanto Rp 21.150.000,- serta telah memberikan kesejahteraan tenaga kerja sebanyak 11 orang sebagai upah nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *