BPPSDMP Tingkatkan Kompetensi Non Aparatur Melalui Pelatihan PKB

BBPP Batu telah melaksanakan Pelatihan PKB (Pemeriksaan Kebuntingan) bagi non aparatur, 26 Januari – 8 februari 2022 yang diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jambi, Sulawesi Selatan dan NTB.

Populasi penduduk yang terus bertambah serta peningkatan pendapatan menciptakan permintaan akan protein hewani yang terus meningkat, salah satunya adalah permintaan terhadap daging. Berbagai strategi telah disusun oleh Pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi peternakan, diantaranya melalui program SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri).

Program ini merupakan program Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi sapi dan kerbau di Indonesia melalui kegiatan Optimalisasi Reproduksi.

Program utama pembangunan pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia dapat dilakukan dengan gerakan nasional. Hal tersebut meliputi peningkatan produktivitas, produksi, dan ekspor, peningkatan populasi ternak, pengembangan SDM, serta penerapan mekanisme pertanian dengan ekspansi pertanian

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. Peran SDM sangat penting dalam pertanian. Karena SDM yang bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Oleh karena itu, Kementerian akan terus berupaya untuk  meningkatkan kapasitas SDM baik lewat pelatihan maupun bimtek

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi menyampaikan peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi hal penting. Karena melalui Sumber Daya Manusia yang berkualitas akan dapat menciptakan inovasi serta  terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian

Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan selama 14 hari di BBPP Batu. Pada hari Selasa (8/2/2022) bertempat di aula brizantha telah di lakukan Penutupan Pelatihan Pemeriksaan Kebuntingan oleh Kepala BBPP Batu, Sabir. Acara penutupan ini juga diikuti oleh Sub Koordinator Penyelenggaraan Pelatihan Non Aparatur serta Widyaiswara BBPP Batu.

Dalam sambutannya, Sabir menyampaikan bahwa yang terpenting dalam pelatihan ini adalah implementasi dan penerapan materi yang didapatkan agar nantinya dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan semua orang yang membutuhkan, dimana untuk pelatihan PKB ini peserta diharapkan mampu untuk menentukan status kebuntingan ternak dan juga dapat menentukan umur kebuntingan sapi.

“Kita harus mempunyai rasa kerja keras yang tinggi, semangat tinggi serta mampu menghadapi masalah yang ada didepan kita. Masalah itu ada untuk dihadapi, bukan dihindari. Kita tidak boleh lari dari masalah,” ujar Sabir.

Pada pelatihan PKB ini, peserta pelatihan selain memperoleh pembekalan materi di Balai, namun peserta juga melaksanakan praktek pemahiran selama 10 hari dilapangan, dimana peserta di tempatkan di induk semang dengan target 50 ekor akseptor per peserta. Setelah mengikuti evaluasi kompetensi, 20 orang peserta PKB dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat pelatihan.

Dwida Rahmadani, salah satu perwakilan peserta Pelatihan PKB menyampaikan kesan dan pesannya selama mengikuti pelatihan PKB. Ucapan terimakasih disampaikan kepada BBPP Batu, seluruh tim panitia, pengajar serta induk semang atas kesempatan yang diberikan untuk menambah ilmu, kemampuan dan kompetensi peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress