Tingkatkan Kompetensi Petugas Bidang Reproduksi Ternak, BBPP Batu Gelar Pelatihan ATR

Balai Besar Pelatihan Peternakan atau BBPP Batu melaksanakan Pelatihan Asisten Teknik Reproduksi Ternak (ATR). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi petugas teknis dalam bidang reproduksi ternak.

Pelatihan ATR dilaksanakan selama 14 hari, yang dimulai dari tanggal 7-20 Februari 2022 dengan peserta pelatihan sebanyak 20 orang yang berasal dari 20 kabupaten/ kota di Indonesia. Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Sabir. Hadir dalam pembukaan tersebut, Sub koordinator Pelatihan Aparatur dan Widyaiswara BBPP Batu.

Dalam arahannya, Sabir menyampaikan beberapa hal terkait kondisi ternak yang menurutnya perlu diperbaiki, seperti jarak kelahiran yang dianggap sebagai tantangan agar ternak dapat melahirkan sebanyak 3 kali dalam waktu 2 tahun.

Selain itu juga harus memikirkan pelayanan IB serta bagaimana cara pencegahan untuk kondisi tidak bunting. “Saya harap  para peserta pelatihan mampu memampatkan waktu agar bisa mengikuti semua materi dengan baik. Agar nantinya saat kembali ke lingkungan asal, masing-masing peserta dapat menerapkan ilmunya dengan maksimal,” tegasnya.

“Maksimalkan fokus dan konsentrasi selama pelatihan. Insyaallah semua materi bisa dikuasai asal serius,” tutup Kepala Balai BBPP Batu dalam acara pembukaan pelatihan ATR.

Sementara itu, Catur Puryanto selaku Sub Koordinator Penyelenggara Pelatihan bagi Aparatur dalam sambutan ketua panitia menyampaikan materi inti pada pelatihan ini adalah evaluasi hasil IB, evaluasi hasil PKB, kemampuan menanggulangi gangguan reproduksi, serta evaluasi kompetensi. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat kemajuan kemampuan para peserta pelatihan.

Catur berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan sesuai dengan prokes yang berlaku. “Semoga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai yang diharapkan,” ucapnya.

Pelatihan ATR oleh BBPP Batu ini sebagai bentuk implementasi dari tekad Kementerian Pertanian RI yang tetap tangguh serta tumbuh berkembang menyediakan bahan pangan meski di tengah hantaman pandemi.  

Presiden RI Joko Widodo menegaskan pertanian harus terus didorong agar tidak pernah berhenti karena pertanian merupakan penyedia pangan bagi seluruh negeri, meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong ekspor. 

Jokowi pun mendukung sekali kegiatan yang dilaksanakan untuk menambah softskill bagi aparatur . “Saya mengapresiasi kerja keras Kementan, yang telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam mewujudkan SDM Unggul dalam kondisi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Sedangkan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo bahwa pelatihan diharapkan akan meningkatkan kapasitas serta kemampuan bagi petani dan penyuluh. Terutama pada masa seperti ini, sektor pertanian mampu menjadi salah satu sektor yang bertahan bahkan semakin tumbuh positif seiring waktu.

Hal serupa diungkapkan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan kegiatan pelatihan dapat mendukung program aksi BPPSDMP untuk mencapai visi dan misi yang dicanangkan Presiden RI dan Menteri Pertanian.

“Untuk itu, para penyuluh dan petani harus segera melakukan percepatan, untuk menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan terutama di masa pandemi COVID-19,” tutur Dedi. Karena itu ia sangat mendukung pelatihan ATR yang dilaksanakan BBPP Batu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress