Penyuluh Pertanian dan Petani Millenial Ponorogo Bermitra PT Enha Sentosa Indonesia

Artikel Umum Berita

Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH. MH menyatakan bahwa Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) bertujuan untuk menjadikan pertanian di Indonesia lebih maju, mandiri dan modern. Awal mula untuk memajukan pertanian haruslah dimulai dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Dilansir dari Breaking News (29/11/2019) saat awal mula diluncurnya Kostratani, SYL mengatakan bahwa Kostratani akan menjadikan BPP sebagai pusat pembangunan pertanian yang melibatkan seluruh pelaku usaha dan pelaku utama serta stakeholder pertanian di kecamatan tersebut.

Program tersebut dapat berjalan dengan baik perlu adanya kerjasama dan kolaborasi instansi pemerintah daerah dan instansi yang berada di bawah lingkup kementerian pertanian dengan melakukan pendampingan dan pembianaan pada setiap BPP, “tegas kementan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. Dr. Dedy Nursyamsy, M.Agr menyatakan bahwa untuk melaksanakan program kostratani di BPP perlu di bangun 5 kunci utama yang meliputi.

BPP sebagai pusat data dan informasi, BPP sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, BPP sebagai pusat pembelajaran, BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis dan, BPP sebagai pusat pengembangan jejaring kerjasama dan kemitraan.

Program ini dapat berjalan dengan baik perlu dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat berjalan dengan kerjasama dan kolaborasi yang harmonis dan komitmen,” Tegasnya.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu melakukan kolaborasi dan kerjasama melaksanakan pelatihan Manajerial BPP Kostratani di Kabupaten Ponorogo tanggal 28- 30 Juni 2021 dengan jumlah peserta 21 penyuluh pertanian dari 21 kecamatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam mengimplementasikan 5 program kostratani dengan tetap melakukan pencegahan covid 19 yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Pada Hari pertama pembukaan, pemberian materi dan diskusi, hari ke dua kunjungan lapangan ke kecamatan pudak dan kecamatan sammbung, pada hari ketiga materi Jejaring kemitraan dan kerjasama yang disampaikan oleh PT. ENHA Sentosa Indonesia yang melakukan kemitraan dengan petani di bidang empon-empon di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, drh. Andy Susetyo, MM menyatakan bahwa Dana DAK pusat yang disampaikan ke daerah dialokasikan untuk rehab BPP khusunya pada pemanfatan sarana dan prasaran IT .

“Sedang untuk pembangunan BPP baru tahun 2020 sudah diusulkan , tetapi karena covid 19 sehingga anggaran tersebut di refochusing. Di Kabupaten Ponorogo masih ada 3 BPP yang masih bersamaan kantornya dengan UPT peternakan, semoga covid 19 segera berlalu dan pembangunan BPP di tahun 2022 bisa terealisasi” tegas kadis.

Koordinator BPP Kecamatan Pudak Subur Haryanto, SP. Penyuluh Pudak Suluh Agung Prabowo, SP. Kepala Desa Krisik Irwan Santoso, Kelompoktani Maju Bersama, Kelompoktani Berkah Abadi yang berusahatani dalam bidang peternakan sapi perah dan sayuran menyampikan bahwa populasi sapi perah di kecamatan pudak mencapai 6000 ekor dan produksi rata-rata 15 liter/ekor/hari, sedang pasar susu ke PT. Nestle Pasuruan dengan harga antara Rp 5.300-5.900 per liter sesuai dengan kualitas susu.

Produksi sayur – sayuran di Kecamtan Pudak dengan luas lahan produktif ; 1500 ha, meliputi jenis sayuran wortel, kobiss, cool, sawi, bawang pray, berkolaborasi dengan kegiatan Dinas Sosial Kegiatan BPNT (Bantuan Non Tunai) untuk konsumen hasil sayur dan pasar local, ini peluang untuk membuka pasar online maupun pasar tingkat provisnsi dan nasional maka penyuluh di lakukan pelatihan agar bisa menjaring dan berimtra .

Petani Millenial dari Kecamatan Sampung Purwadi 44 tahun , menyatakan bahwa beternak sapi perah di daerah panas dengan suhu rata – rata 25-30 derajat celsius perlu inovasi dan keuletan sendiri. Petani millenial tersebut memiliki ternak sapi 8 ekor, Betina 6 ekor ( 5 ekor laktasi sedang 1 ekor bunting) dan pedet 2 (sebernyanya pedet 3 tapi yang satu kembung mrencret dan mati umur 2 bulan), dalam berusaha di bantu tenga 2 orang. Kebutuhan pakan dari KUD dengan harga 5.400 /kg, sedang hijauan dari tanaman rumput gajah.

Susu di jual ke KUD dengan harga 5.700 /kg , sedang limbah nya di buat kompos untuk pupuk hijauan pakan. Untuk mengurangi panas peternak menambah kipas agin dua dalam kandang ukuran 50 meter bisa muat sapi 16 ekor, produksi rata-rata 15 liter/hari/ekor.

Kegiatan pelatihan manajerial BPP Kostratani Ponorogo ditutup Kepala Dinas yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahahan Pangan dan Perikanan Kab. Ponorogo, Bpk Marjono, SP.MM dan Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan di wakili kepala bagian Umum Bpk Sugino, SP.MSi. Beliau berpesan agar tetap menjalankan amanah ini dengan penuh dedikasi dan inovasi untuk meningktkan SDM dan pendapatan masyarakat petani semakin sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *