Membangun Jejaring Kerja sebagai Bagian Peningkatan Layanan BBPP Batu

Artikel Umum Berita

Membangun jejaring kerja diperlukan bagi setiap manajemen mulai level  atas, menengah, maupun tingkat paling bawah dilakukan oleh BBPP Batu.

Program-program organisasi tidak mungkin dapat diselesaikan sendiri tapi perlu kolaborasi untuk mencapai hasil yang sinergis. Suatu institusi akan dapat eksis dan berkembang jika berdiri di atas networking yang kokoh serta dinamis.

Keterlambatan dalam mengembangkan jaringan kerja akan  menyebabkan organisasi menjadi stagnan dan berjalan ditempat saja. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) akan fokus menggenjot pengembangan SDM pada bidang pertanian.

Untuk mewujudkan rencana strategis tersebut, Kepala BPPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa membangun jejaring kerja harus ditingkatkan pada setiap program pengembangan SDM. Networking harus tersinergi tidak hanya di internal BPPSDMP saja, tetapi juga dengan jajaran eselon 1 lain di lingkungan Kementan dan para stokeholder lainnya.

Lebihlanjut Dedi mengatakan, Kementan akan mempercepat peningkatan kompetensi SDM dengan orientasi menghasilkan tenaga kerja pertanian yang bersertifikasi dan tenaga kerja yang mempu menciptakan pekerjaan.

Sebagai tindaklanjut dari kebijakan Kementerian Pertanian dan arahan Kepala Badan PPSDMP, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menerima kunjungan dari tim dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut tim pusvetma yang dipimpin oleh drh Wriningati, M Kes Kepala Bidang Pelayanan Produksi, disamping menyampaikan ucapan terima kasih atas fasilitasi baik sarana maupun layanannya, juga menyampaikan berkaitan dengan tusi Pusvetma sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang saat ini mendapat mandat khusus dari Menteri Pertanian utk membuat vaksin babi yg terkena virus African Swine Fever (ASF) yang mematikan dan berdampak pada tingginya mortalitas babi yg pada akhirnya menurunnya populasi babi secara drastis dibanyak daerah.

Berkaitan dengan itu Kepala Balai Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt.M.Si
menyampaikan sudah menjadi kewajiban kami untuk memberi layanan sebaik baiknya bagi siapapun yang berkunjung.

Selanjutnya ka balai merekomendasikan bahwa P4S Karya Nadi sebagai binaan BBPP Batuyang ada di Bali telah berhasil mempertahankan populasi babi yg dipeliharanya dengan menerapkan protokol pencegahan virus ASF secara ketat. Harapannya informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan atau rujukan bagi pusvetma dalam membuat vaksin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *