Berkunjung ke BBPP Batu, ini Pesan Menteri Pertanian RI

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengunjungi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP yaitu Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP), Jumat (14/08). Kunjungan dilaksanakan setelah usai merilis Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk di Balai Penelitan Tanaman Jeruk dan Tanaman Subtropika di Kota Batu, Jawa Timur.

Turut dalam rombongan tersebut Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Anggota DPD RI, Adilla, dan para pejabat eselon I, II, lingkup Kementerian Pertanian Staf Khusus Menteri, dan lainnya.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Sekretaris Badan PPSDMP Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si,.
Potensi yang dimiliki Kota Batu menurut Mentan adalah salah satu jawaban dari pembahasan mengenai modal majunya pertanian dalam menghadapi segala situasi tantangan yang dihadapi oleh bangsa.

“Batu terkenal dari dulu, tidak boleh mundur, pandemi covid harus dijadikan peluang yang luar biasa. Dan ini akan ada hasilnya jika kita bekerja dengan luar biasa. Indonesia tak boleh kalah, dan jajaran pertanian tak boleh kalah,” kata Mentan RI.

Rombongan langsung diarahkan untuk menikmati makan siang, sepanjang lorong disediakan sajian aneka olahan produk  turunan susu  sebagai produk asli BBPP Batu.

“Produk olahan kita harus lebih baik dari produk negara-negara lain, kegiatan dari hulu sampai hilir yang terintegrasi untuk menjawab kebutuhan dari sektor pertanian. Pertanian menjadi sesuatu yang dibutuhkan, industri butuh pertanian dalam negeri, oleh karena itu, kita siapkan,” kata SYL. 

Iringan musik pengantar makan, menjadi semakin hangat ketika Walikota Kota Batu Dewanti Rumpoko menyanyikan “cinta terbaik” yang tentu saja sebelumnya memberi gambaran tentang wisata Batu salah satu diantaranya tentang objek wisata “paralayang”, iringan musik diakhiri dengan penampilan sang roker dari Kementerian Pertanian SYL.

Kunjungan kerja Menteri Pertanian diakhir dengan meninjau Instalasi pelatihan sapi Belgian Blue, Ariffin Widyaiswara Utama BBPP Batu, menjelaskan bahwa Sapi Belgian Blue, mempunyai kelebihan genetis dapat disilangkan dengan resipien sapi FH sesama jenis sapi asal Eropa memiliki pertambahan bobot badan cepat dan tergolong tinggi jika dikonversikan angka 1,5 – 1,8 kg apabila ransum pakan dimaksimalkan dan kebutuhan pakan banyak untuk menopang pertambahan berat badan harian, cocok hidup agroklimat di daratan tinggi dan perawatan cukup baik adaptasi lingkungan baik. 

“Potensi yang dimiliki menurut Menta Belgian Blue, hampir sama dengan sapi simental atau limousin, kedepan ini termasuk sapi yg mampu memberikan dampak positip terhadap kesiapan swasembada daging sapi di Indonesia,” kata Menteri Pertanian RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress