Geliat Kostratani di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Pertanian Berita

Pandemi Covid-19 yang masih melanda tidak menyurutkan semangat penyuluh BPP Model Kecamatan Sugio dan petani Indonesia untuk menyediakan bahan pangan dann bahan kebutuhan pokok lainya hingga akhir 2020. Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo (SYL) memerintahkan jajaran Kementerian Pertanian  untuk memantau dan mengawal produksi terutama selama masa pandemi covid 19 ini.

Pandemik global Covid-19 tidak menghalangi aktivitas pertanian di provinsi Jawa Timur. Terbukti  pada minggu pertama buan Agustus ini petani tetap semangat dan giat melakukan panen bawang merah.
Melalui panen ini ,menunjukkan aktivitas pertanian terus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok  pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian yang berbasis di BPP dalam rangka mengoptimalisasi fungsi penyuluhan.

PP berfungsi sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan  pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. “Kostratani itu adalah revitalisasi BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), artinya membangunkan kembali BPP dan penyuluhnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh, petani dan sebagainya,” terang Dedi. 

Menurut Sumadi SP yang juga Koordinator BPP Model yang menjadi wilayah kostratani BBPP Batu, yang berada di Kecamatan Sugini Kabupaten Lamongan, saat ini musim kemarau sudah tiba, hampir semua lahan sulit untuk mendapatkan air secara rutin tapi kondisi ini tidak menciutkan semangat petani untuk terus bergerak untuk menanam.

Mereka terus berupaya agar lahan mereka tetap produktif, dengan pendampingan dari penyuluh masing masing kecamatan khusunya di Kecamatan Sugiom Lamongan petani diarahkan untuk menanam bawang merah.

Komoditas ini selain tanaman jagung ternyata bawang merah salah satu komoditas yang bisa menjadi solusi agar petani masih terus menanam dan panen untuk mendapatkan hasil. Salah satu contohnya di Poktan Sari Tani Kedungsugo DS. Deket Agung Kec. Sugio sedang memulai masa panen bawang merah dengan dengan lausan tanam sekitar 7 ha, Varietas Thailand dengan provitas 7 – 10 ton/ha dengan umur tanaman sekitar 65 hari HST.

Pada kesempatan yang sama DR. Wasis Sarjono, S.Pt M.Si yang juga KaBalai BBPP Batu menyampaikan bahwa manfaat bawang merah, selain digunakan sebagai bumbu masak, bawang merah diyakni dapat pula dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Bahkan, terapi medis dengan memanfaatkan umbi dengan nama ilmiah Allium cepa L. tersebut tercatat sudah lama dilakukan orang-orang sejak zaman dahulu. Penggunaan bawang merah sebagai obat di Indonesia bisa dibilang sangat menguntungkan, mengingat tanaman ini banyak tersedia di berbagai daerah di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *