Peningkatan Kapasitas Penyuluh BPP Kepanjen Model Kostratani

Artikel Pelatihan Berita

Arah kebijakan Kementerian Pertanian adalah pertanian yang maju, mandiri dan modern, maka sebagai penyuluhan pertanian harus maju, mandiri dan modern untuk membangun Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan cara mengoptimalkan pengembangan dan penguasaan IT.

Konstratani merupakan program kerja strategis kementerian pertanian, penyuluh pertanian sebagai ujung tombak, sudah pasti kapasitasnya perlu terus diasah dan ditingkatkan agar BPP Konstratani yang merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi BPP bisa optimal melalui berbagai strategi, diantaranya melalui fasilitasi BPP dengan perlengkapan IT yang memadai, disertai dengan peningkatan kemampuan penyuluh pertanian meningkatkan keterampilan, keahlian, serta kompetensi penyuluh dalam pengelolaan IT.

Sebagai wujud dukungan terhadap kebijakan kementerian pertanian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan Kostratani sebagai pusat data dan Informasi program-program utama pertanian harus didukung SDM yang menguasai bidang informasi dan teknologi.

Peran Kostratani diantaranya menjadi pusat gerakan pembangunan pertanian. Lebih lanjut Dedi mengatakan sekalipun saat ini anggaran sudah dipangkas habis, tp tidak ada alasan untuk berhenti semangat terus berjuang untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Oleh karena wajib hukumnya untuk masing masing Unit Pelaksana Teknis  membentuk serta membina sedikitnya 2 BPP Model Kostratani.

Merespon hal tersebut, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, dalam kesempatan pembukaan sosialisasi BPP Model Kostratani dan Pelatihan di BPP Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa 22 Juni. Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari dari 22 hingga 24 Juli
secara simulatan dilaksanankan selama tiga hari.

Melalui pelatihan selain untuk meningkatkan keterampilan, keahlian, serta kompetensi penyuluh dalam pengelolaan IT, tidak hanya menggunakannya saja tetapi memelihara serta mengelolanya dengan baik supaya investasi yang diberikan pemerintah betul-betul bermanfaat, sehingga harapan dan tujuan dari BPP Model Konstratani ini bisa tercapai.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini kiranya dimanfaatkan dengan baik, dimana penyuluh pertanian nantinya akan menjadi agen perubahan dan penggerak di kecamatan sebagai marwah dari konstratani yang nantinya menjadi pusat data dan informasi, selain itu juga menjadi pusat gerakan pembangunan pertanian di bidang pertanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *