Camat Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan Dukung BPP Model Kostratani

Artikel Umum Berita

Sosialisasi Program Kementerian Pertanian, BPP Model Kostratani dilaksanakan di BPP Sugio, Selasa, 21 Juli 2020. Dibuka oleh Kepala Dinas ketahanan pangan Rudjito, SP, MM. Program komando strategi pembangunan pertanian (Konstratani) yang menjadi trobosan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si., MH. Konstratani adalah pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Program ini adalah untuk menggerakan semua elemen yang ada di setiap daerah. Kementerian pertanian tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan kedaulatan pangan, sehingga harus melibatkan semua komponen anak bangsa, melalui gubernur, bupati, sampai camat. Harapannya adalah pembangunan pertanian bisa lebih maju sehingga semua program yang ada di Kementan akan mendorong peningkatan produktivitas.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menyebutkan bahwa inovasi teknologi berikut sumber daya manusia dan infrastruktur menjadi faktor penting dari efisiensi dan daya saing di sektor pertanian. Inovasi teknologi tersebut dapat diimplementasikan di lapangan sehingga diperlukan SDM yang andal, profesional, dan berdaya saing terhadap teknologi.

Di situlah tugas penyuluh. Selamjutnya menurut Dedi, tenaga penyuluh pertanian harus meningkatkan kemampuan diri (upgrade) dalam bidang informasi teknologi (IT) dan penerapan teknologinya. Dengan demikian BPP Model Kostratani akan dengan mudah dapat diwujudkan.

Sosialiasi BPP Model Kostratani yang diinisiasi BBPP Batu, total peserta melebihi dari rencana awal, 30 orang ikut menghadiri acara tersebut diantaranya Kepala dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan Kabupaten Lamongan Kepala Dinas ketahanan pangan, Kabid Tanaman Pangan Danramil, Camat, Kades setempat, Ka UPT, Petugas Organisme Pengganggu Tanamam (POPT) dan para penyuluh.

Dalam kesempatan tersebut sosialissi Jarwito, SH, camat dari Kecamatan Sugio patut diacungi jempol. 

Dalam sambutannya Wito Wito berpesan agar terus mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker menjadi suatu keharusan di Kecamatam Sugiyo agar masyarakatnya tetap sehat. Hasil pemeriksaan  9 orang yang positif, 7 orang sudah sehat sementara 2 orang masih dalam perawatan. Musibah seperti ini mengharuskan kita lebih waspadai agar tidak terus mengalami peningkatan.

Terkait dengan BPP Model Kostratani, Pria yang energi ini memberikan apresiasi kepada penyuluh di BPP Sugio yang tidak pernah surut membantu para petani diwilayah kecamatan Sugio. Apalagi para penyuluh di BPP Sugio masih pada muda muda tentunya pengetahuan bidang seperti tuntutan sekarang terhadap penguasaan IT masih sangat memungkinkan dibandingkan dengan generasinya.

Oleh karena itu secara pribadi maupun sebagai camat akan ikut andil menyokong BPP Sugio untuk terus maju dan mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya. Pada kesempatan itu Wito, berharap kepada para penyuluh tidak hanya menganjurkan untuk menanam padi saja tapi juga termasuk komoditas pertaniannya, mengingat Kecamatan Sugio mempunyai potensi yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *