BBPP Batu Kenalkan Teknologi Tosort untuk Olah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik

Artikel Pertanian Berita

BBPP Batu menggelar pelatihan via zoom bertajuk “Bertani on Cloud”, Kamis (16/7/2020). Pada pelatihan kali ini membahas tosort.

Dalam sambutannya, Ka Balai Dr Wasis Sarjono, S.Pt M.Si.menjelaskan tosort adalah salah satu upaya dan sekaligus menjadi solusi menumpuknya sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah tangga.

“Tosort mampu merubah sampah rumah tangga dapat diubah menjadi pupuk organik yang bermanfaat. Bisa berbentuk padat maupun cair dengan teknologi mudah dan murah,” ujar Wasis.

Pada kesempatan ini para widyaiswa BBPP Batu Ir.  Tri Andadjani, Dwita Indrarosa, S.TP MP dan Haris Qhoirul Usman, S.Tp M.Sc menjelaskan bagaimana membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga dengan teknologi tosort.

Pelatihan ini sesuai dengan strategi Kementerian Pertanian yang dikomandoi oleh Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meminta kepada seluruh elemen instansi pemerintah khususnya dilingkup kementerian pertanian untuk terus meningkatkan kopetensi baik pengetahuan, sikap dan ketrampilan.

Metode-Tosort.jpg

Dalam kondisi Covid 19 berbagai terobosan perlu dilakukan seperti penyelenggaraan pelatihan, seminar dan kegiatan lain yang sifatnya tatap muka dirubah menjadi  elearning maupun blanded learning seperti yang dilakukan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) yang dikemas dalam wadah Bertani On Cloud (BOC) kegiatan ini tidak lain dari upaya kementerian pertanian untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian. 

Diharapkan dengan kepemiliki SDM pertanian yang handal, maka ketersediaan pangan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia akan terpenuhi. Lebihlanjut SYL menekankan agar Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah. 

Selaras dengan Menteri, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi ikut memberikan semangatnya untuk petani dan penyuluh agar terus mengupgrade kopetensinya walau di tengah tengah wabah pademi Covid 19, kita tidak boleh menyerah tidak boleh putus asa terang Dedi.

Di tempat terpisah dalam sambutannya di e lerniang bertani on cloud Kapuslatan Ir. Bustanul Arifin Caya. M.DM  menyampaikan bahwa saat ini kondisi pertanian sudah sangat tergantung pada pupuk kimia. “Sedangkan kita mengetahui bahwa penggunan pupuk kimia yang terus menerus akan merusak biota tanah yang menyebabkan tanah menjadi kurus,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *