Usaha Ayam KUB di Masa Pandemi, Bawa Berkah Melimpah

Artikel Peternakan Berita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi daging, susu sebagai salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh dari infeksi virus corona (Covid-19).

Sejalan dengan arahan Mentan SYL,Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedi Nursyamsi, mengungkapkan protein hewani asal ternak memiliki posisi penting karena akan menentukan kualitas sumberdaya manusia sebagai ‘agen perubahan’.

Protein hewani asal ternak dapat bersumber dari daging, telur dan susu. Lebih lanjut Dedi mengatakan, telur dan daging ayam saat ini merupakan sumber protein hewani yang mudah dijangkau, mudah dipelihara dan murah harganya. 

Usaha pemenuhan protein hewani sangat berperan penting dalam menyehatkan dan sekaligus menjaga imunitas tubuh seperti saat musim pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
Peningkatan konsumsi protein hewani asal ternak dapat dimaknai juga sebagai upaya mengoptimalkan pangsa pasar domestik yang sekaligus juga merupakan simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan. 

Peluang usaha sektor peternakan terbilang sangat bagus dan sangat cerah. Usaha peternakan menjadi suatu pilihan usaha beternak hewan ternak yang menjanjikan hingga banyak orang yang tertarik menekuni usaha tersebut. Peluang untuk usaha beternak hewan ternak, peternak masih terbuka lebar serta sangat menguntungkan bagi siapapun.

Indonesia, terdapat bermacam-macam jenis ayam baik yang untuk ayam hias, ayam pedaging (konsumsi), maupun ayam petelur. Banyak masyarakat yang lebih memilih ayam kampung untuk dijadikan ayam pedaging konsumsi ataupun sebagai petelur. Karena daging ayam kampung dirasa memiliki tekstur yang lebih kenyal, berisi, tidak lembek, dan tidak terlalu berlemak. Cita rasa daging ayam kampung juga lebih nikmat dan dagingnya tidak mudah hancur ketika dimasak.

Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian telah menghasilkan strain ayam bukan ras yang diberi nama “Ayam Kampung Unggul Balitnak” atau popular disebut Ayam KUB. Ayam ini merupakan hasil seleksi ayam lokal di Jawa Barat selama enam generasi di mana satu generasi memerlukan waktu selama 12-18 bulan.

Beberapa karakteristik dan keunggulan jenis ayam ini di antaranya warna bulu yang beragam seperti ayam kampung pada umumnya, produksi telur per tahunnya bisa mencapai 160-180 butir per ekor dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Nur, Generasi Milenial yang lahir 25 tahun yang lalu, harapan kelurahan Bumiaji Kota Batu sebelumnya bekerja sebagai tenaga lepas kemudian terkena dampak corona.  sehingga dengan terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya  mencari peluang untuk berusaha secara mandiri.

Bermodal uang upah bulan yang masih tersisa mencoba untuk  memelihara dan membesarkan 100 ekor ayam KUB. Pada awalnya mengaku saat awal terjun dirinya tidak berani membesarkan ayam dengan jumlah banyak. Awalnya Nur  coba ke BBPP Batu untuk mencari informasi tentang budidaya KUB. Setelah ditekuni ternyata memberikan prospek usaha yang bagus.

Nur mengatakan per ekor DOC atau ayam usia belia dibelinya dengan harga Rp. 7.000. Ketika membeli 100 ekor, dia mengeluarkan modal sebesar Rp. 700.000.

Selama waktu 2 bulan, membutuhkan pakan 200 kg atau sebanyak 4 karung. Harga pakan per karungnya Rp. 390.000. Apabila dikali 4 berarti membutuhkan modal Rp. 1.560.000.
Dalam waktu 2 bulan atau 60 hari, ayam sudah besar dan layak untuk dijual ke pasaran.

Biasanya kan membesarkan ayam kampung butuh waktu hingga 7 bulan. Ini kelebihan Ayam KUB 2 bulan sudah bisa panen. Harga ayam KUB yang sudah siap panen cukup menggiurkan. Per ekor ayamnya dihargai sebesar Rp. 40.000. Harga Rp. 40.000 itu terendah. Jadi bila dihitung keuntungan bersih dari penjualan ayam per 100 ekor selama 2 bulan mencapai Rp.1.740.000. Itu sudah dipotong biaya modal DOC dan pakan selama dua bulan.

Lebihlanjut Nur memaparkan, setelah diawal sukses menghasilkan untung, membuatnya serius untuk menggeluti usaha tersebut. Saat ini dia tengah membesarkan 500 ekor ayam KUB dan sudah ada penampung yang sudah siap membeli. Keuntungan selama dua bulan kedepan sudah bisa dihitung atau sebesar Rp. 8.700.000.

Menanggapi hal tersebut Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Mengatakan bahwa permintaan ayam KUB setiap tahunnya selalu meningkat namun ketersediaan masih terbatas dapat menjadi peluang bagi peternak maupun wirausaha muda untuk membudidayakan ayam KUB, karena selain dapat dijadikan sebagai ayam pedaging ayam KUB dapat menghasilkan telur ketika sudah berumur 3 bulan atau 70 hingga 90 hari.

Waktu panen ini tentu lebih cepat dibandingkan dengan ayam kampung biasa yang baru dapat dipanen pada umur minimal 6 bulan. Berat badan ayam KUB saat dipanen kisaran 1,4 sampai 1,6 kilogram. Selain itu masa bertelur lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *