Kementan RI Gelar Rakor untuk Capai Target LTT

Pandemik global Covid-19 tidak menghalangi aktivitas pertanian di provinsi Jawa Timur Terbukti  pada minggu pertama Juli ini petani tetap semangat dan giat melakukan panen padi.

Melalui panen ini ,menunjukkan aktivitas pertanian terus berlanjut. Pertanian sebagai gerbang terdepan penyedia stok  pangan nasional tetap semangat berproduksi.

Seperti yang selalu disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti. Begitu pula kegiatan olah tanah dan olah tanam hingga panen padi oleh petani harus tetap berlangsung  di tengah pandemi.

bbpp-batu-b.jpg

Hal serupa ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian  Dedi Nursyamsi bahwa ”Masalah Pangan adalah masalah yang sangat utama, hidup matinya suatu bangsa ada di pangan. Saat ini pejuang melawan Covid-19 bukan hanya dokter, perawat dan tenaga medis tapi juga seluruh insan pertanian yang bahu membahu menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat. Pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi,“ ujar Dedi.

Pendampingan/pengawalan Upsus merupakan faktor penting dalam pencapaian target produksi yaitu dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia di Kementerian Pertanian. Setiap eselon 2 di Kementerian mendapat tugas untuk mengawal pelaksanaan Upsus di 4-5 Kabupaten sentra produksi pajale

Upaya pencapian target  tanam terus dilakukan diantaranya percepatan olah lahan, percepatan tanam, optimalisasi alsintan, penggunaan varietas unggul dan penyelenggaraan rapat koordinasi (Rakor) daerah maupun rapat koordinasi tingkat propinsi melalui Vcon, Kamis (2/7/2020)

Penanggungjawab wilayah propinsi Jawa Timur Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) drh. I ketut Diarmita, menyelenggarakan V Con rakoor upsus yang di ikuti 29 kepala Dinas Kabupaten dan 9 kepala Dinas Kota serta Penanggung jawab Kabupaten salah satunya BBPP Batu.

Dalam kesempatan ini I Ketut menyampaikan bahwa target LTT buan Juli tahun ini sebesar 165.090 ha untuk mencapai target tersebut Ketut menyarankan untuk terus mendampingi petani secara optimal dan ketut menyampiakan bahwa musim kemarau tahun ini sudah mulai untuk itu dimohon pendamping UPSUS untuk segera mendorong petani melakukan percepatan tanam dengan harapan agar nantinya pada masa generatif (masa mengisi polong padi) tanam masih mendapatkan suplai air,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress