Berlatih Peternakan dengan Kartu Prakerja

Kaya adalah hak asasi semua manusia. Hal itulah yang mendasari pengusaha sukses Nisin Sumito yang berkiprah bidang peternakan di Australia.

Luas areal peternakanya di Australia 331.800 Ha atau 4,8 kali luas Singapura dengan nama perusahaan Oceanic Indonesia.
Sempat mengalami masa sulit namun dengan kegigihan terus bangkit dan sukses. Spirit ini perlu ditanamkan dan dijiwai oleh kaum milenial Indonesia.

Mengapa rata-rata pemuda saat ini ingin menjadi Youtuber? Apakah karena kisah sukses Atta Halilintar, Raffi Ahmad, Baim Wong?

Bangkitlah Pertanian Indonesia.
Bangun Peternakan Indonesia.

Memang tidak salah untuk menjadi youtuber, namun keahlian-keahlian ilmu pasti seperti pertanian, peternakan, kuliner, marketing merupakan suatu hal yang riil dan sangat diperlukan.

Kebutuhan akan pangan adalah suatu yang mutlak dan hakiki diperlukan manusia.

Mari menjadikan suatu trending baru seperti sukses menjadi youtuber namun dengan keahlian dalam bidang peternakan.

Hal inilah yang mendasari Kementerian Ketenagakerjaan support Kementerian Pertanian untuk ikut berperan dalam program kartu Prakerja.

Kaum milenial yang berumur lebih dari 18 tahun, WNI dan tidak sedang menempuh pendidikan formal dapat mendapatkan program kartu prakerja.

Berikut ini laman yang dapat diakses untuk mendapatkan info dan mendaftar dalam program Kartu Prakerja
https://www.prakerja.go.id/ dan https://pelatihan.kemnaker.go.id/prakerja

Seluruh UPT dalam lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) diajak ikut serta berperan sebagai tempat pelatihan yang dapat diakses dalam laman Sisnaker.

Dalam rapat teleconference yang diikuti seluruh UPT BPPSDMP menyimak penjelasan dari Bapak Muchtar Azis. Beliau menjelaskan bahwa terdapat 10 point yang harus disiapkan oleh Lembaga Pelatihan
Kerja (LPK), yaitu : 

  1. Surat permohonan.
  2. Nomor Induk Berusaha (NIB) atas nama lembaga pelatihan.
  3. Nomor rekening BNI atas nama lembaga pelatihan, dan nama kantor cabang BNI.
  4. Daftar dan jenis program pelatihan online yang diusulkan (pada tahap awal).
  5. Ketersedian Learning management System (LMS) pelatihan .
  6. Link Website.
  7. No Kontak Person PIC LPK.
  8. Data instruktur dan tenaga pelatihan (sangat disarankan).
  9. Surat ijin dari dinas yang membidangi Ketenagkerjaan Kabupaten/Kota atau sertifikat akreditasi dari lembaga akreditasi pelatihan (jika ada).
  10. NPWP

Hal ini disambut sangat baik oleh UPT Pelatihan termasuk BBPP Batu, sebagai lembaga pelatihan resmi pemerintah dengan program pelatihan yang ber-SKKNI. BBPP Batu akan menyiapkan hal ini secara detail dan cepat.

Hal ini juga disemengati oleh anjuran Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk terus meningkatkan potensi pertanian, “Dont stop pangan”.

Selain itu kobaran semangat Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, M.Agr. untuk tidak berhenti kegiatan pertanian walaupun dalam pandemi Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress