Kementan RI Peringati HKP ke 48 Tahun 2020

Hari Krida Pertanian (HKP) merupakan hari yang senantiasa diperingati oleh insan pertanian petani, peternak, petani ikan, pegawai dan pengusaha yang bergerak disektor pertanian.

Hari Krida Pertanian (HKP) pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri, serta hari dharma bakti. Pada hari tersebut insan pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat Nya yang dilimpahkan berupa kekayaan alam. Seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral-mineral yang oleh insan pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.

Hari-Krida-Pertanian-2.jpg

Selanjutnya, bermohon agar pada tahun-tahun berikutnya dapat memperoleh rahmat yang lebih besar dari pemanfaatan kekayaan alam tersebut dengan tanggung jawab untuk tetap melestarikannya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat pelaksanaan  memperingati Hari Krida Pertanian  yang dilakukan hari Selasa tanggal 21 Juni 2020 mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian. Hal ini penting baginya agar masyarakat sadar pangan tidak boleh terhenti berproduksi. 

Pangan menjadi prioritas bagi negara, 267 juta rakyat masih akan terus butuh makan. Sektor lain penting, namun pangan paling utama. Apalagi di masa pandemi ini, kita merasakan sekali, butuh pangan sehat, pangan yang cukup, gizi yang seimbang dan menyehatkan. 

Pandemi covid- 19 yang telah melanda dunia tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tapi juga sosial-ekonomi. Dimensi sosial dan ekonomi masyarakat pun turut bersinggungan dengan ketahanan pangan. Untuk itu, peningkatan produksi menjadi sebuah kewajiban dalam menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal. 

Negara hadir meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian rakyat dan keberpihakan pada petani kecil. Program berpihak pada petani harus diperkuat. Kementan telah alokasikan bantuan benih/bibit, program padat karya, stabilisasi stok dan harga pangan, serta distribusi dan transportasi pangan. Selain itu, pemerintah sudah menyiapkan skema bantuan untuk petani, baik KUR maupun asuransi pertanian. 

Lebih lanjut SYL mengatakan bahwa semangat itu harus dibangun, ini menjadi momentum untuk bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian modern, dimana inovasi dan teknologi akan menjadi panglimanya. Pertanian tidak boleh lagi dilakukan dengan cara-cara lama dan berpola tradisional, namun harus berubah menjadi lebih modern. 

Pelibatan generasi muda dan start up, efisiensi tenaga kerja, dan perluasan pasar bagi industri serta bertumbuhnya ekspor. 

Teknologi dan inovasi harus semakin digiatkan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan pangan nasional Indonesia saat ini terjaga dengan baik. Produktivitas sejumlah komoditas strategis tidak menunjukkan perlambatan. Hingga akhir Juni 2020, stok beras nasional diperkirakan mencapai 7,49 juta ton. 

Kemudian SYL mengucapkan terima kasih pada para petani yang tanpa lelah bekerja untuk pangan. “Menjaga makanan kita cukup. Kita harus terus bersama dan gotong royong menjaga pangan Indonesia. Perjuangan kita masih panjang, dan petani akan selalu hadir sebagai pahlawan bagi bangsa ini. Terima kasih Petani, terima kasih para pejuang pangan kita,” kata SYL.

Berkaitan dengan itu Kepala Badan PPSDMP, Prof Dedi Nursamsi yang dihubungan melalui sambungan telpon mengatakan Hari Krida Pertanian adalah momen penting untuk insan pertanian dimana secara astronomis Hari Krida Pertanian yang jatuh pada 21 Juni mengandung pengertian bahwa matahari dan agen pendukung pertanian sudah siap untuk melaksanakan fotosintesis menghasilkan pangan dan produk pertanian lainnya.

“Untuk itu kita harus segera tanam kembali di musim gadu ini agar produksi pangan berlangsung cepat sehingga ketersediaan pangan aman. Ayo kita lakukan percepatan tanam di lahan lahan kita, di sawah, di ladang, di kebun, di pekarangan, dan lain-lain,” kata Dedi.

Sementara menurut Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Dr. Wasis Sarjono, S.Tp, M.Si yang dihubungi setelah upacara selesai mengatakan bahwa Hari Krida Pertanian (HKP) pada hakekatnya merupakan hari bersyukur, hari berbangga hati dan sekaligus hari mawas diri, serta hari dharma bakti.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress