Kementerian Pertanian Terus Genjot Produksi Melaui Percepatan Tanam

Kostratani merupakan program kekinian dan terkompleks yang dicanangkan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo (SYL). Program ini sejalan dengan Visi Presiden yang ingin menjadikan pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Harapan Mentan melalui program ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja serta mampu meningkatkan ekspor.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi, Melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di masing – masing Kecamatan. “Peran penyuluh dalam mendukung dan mengawal petani agar pertanian tidak berhenti sekalipun pandemic covid 19 masih terus membayangi harus dipastikan stok pangan terjamin dan mendukung sepenuhnya semua program utama Kementerian Pertanian,” kata Dedi. 

Tim UPSUS BBPP Batu Tata Sukmara dan Eko Baskoro berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, dari Dinas pertanian diwakili Kepala Bidang Pertanian Ir. Prandoyo Santoso, Rabu (17/6/2020).

Pada kesempatan itu Prandoyo menyampaikan tentang capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi dari bulan April sampai dengan Juni tahun 2020. Menurut Pramdoyo  berdasarkan rekapitulasi data LTT pajale Kota Malang sampai dengan tanggal 17 Juni 2020 sudah mencapai 149 Ha dari target 220 Ha. Prandoyo sangat meyakini bahwa target yang dicanangkan akan dapat dicapai, sekalipun pandemic covid 19 masih terus membayangi, keyakinan itu disampaikan mengingat setiap Koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Kecamatan terus bergerak membina para petani. 

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang target dan realisasi tanam pajale untuk musim tanam April – September (Asep).  Juga disepakati bersama bahwasanya Dinas Pertanian Pertanian dan Hortikultura Kota Malang akan mengirimkan laporan rekapitulasi perkembangan luas tanam padi jagung dan kedelai kepada tim supervisi dari BBPP Batu setiap hari. Sementara seminggu 2 kali selasa dan Kamis kepada penanggung jawab Provinsi tim supervisi dan pendampingan pelaksanaan program dan kegiatan utama Kementerian Pertanian.

Diakhir pertemuan, Prandoyo berharap Kepada BBPP Batu sebagai penanggung jawab untuk Dinas Pertanian Kota Malang untuk terus memberi suport, terutama dalam upaya meningkatkan kapasitas penyuluh maupun para petugas dilapangan melalui kegiatan pelatihan atau bentuk lainnya.

Terkait dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si sangat menyadari bahwa Program Kostratani pada dasarnya upaya untuk mendorong BPP sebagai pusat pembangunan pertanian, sebagai pusat data dan informasi, pusat konsultasi agribisnis pusat pembelajaran. Sebagai pusat data, tentunya kesiapan SDM di setiap BPP perlu disiapkan.

Menyoal tentang peningkatan kapasitas penyuluh maupun tenaga teknis lainnya, BBPP Batu sudah berkomitmen untuk mendukung gerakan tersebut dengan memperkuat dan meningkatkan kapasitas dari penyuluh BPP baik melalui kegiatan pelatihan secara online maupun konpensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress