BPPSDMP Ajak Petani Memanfaatkan Lahan Tidur, Ini Langkah BBPP Batu

Air sangat penting dalam kehidupan, tanpa air semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan, kekurangan cairan di badannya hingga mengakibatkan kematian. Tanpa air, demikian juga makhuk ciptaan Tuhan yang lain, ternak, tumbuh tumbuhan. Begitupula tanah tanpa air akan menjadi tandus dan gersang, air adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak kepada penyuluh, petani dan pihak terkait lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam pandemi Covid-19. Ajakan tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan Prof. Dedi Nursyamsi, lebihlanjut mengatakan bahwa lahan pekarangan Indonesia sangat luas.

Masyarakat bisa menerapkan teknologi family farming dan bisa bercocok tanam di rumah. Teknik lain yang bisa dilakukan adalah melakukan vertical farming seperti tanaman hidroponik dan urban farming dengan memanfaatkan gang-gang bahkan atap gedung.

Kuncinya ketersediaan air dan cahaya yang memadai. Dengan rajin tanam, selain memenuhi kebutuhan pangan juga meningkatkan imunitas. 

“Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemanfaatan ‘lahan tidur’, biasanya lahan berbukit atau lereng dapat dioptimalkan dengan melakukan intercroping/tumpang sari, atau dapat juga melakukan intergrated farming antara ternak (domba, sapi, kambing dan lainnya) dengan tanaman, tergantung kebiasaan petani,” kata Dedi.

Untuk merespon ajakan kepala BPPSDMP, Kepala BBPP Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Sangat menyadari bahwa kebutuhan air sangat besar disamping untuk pemenuhan kebutuhan peserta, perumahan pegawai, juga termasuk ternak seperti sapi, kambing, ayam dan ternak lainnya. Disisi lain Wasis, pria yang berambut putih namun tetap energik dan selalu tersungging senyuman melihat masih ada lahan yang topografi lokasinya relatif cenderung berbukit tapi belum dioptimalkan, dengan kepiawaian upaya dan daya pikirnya.

Pembenahan lahanpun segera dilakukan untuk ditanami rumput sebagai bahan pakan ternak, pisang cavendish buah-buahan, serta umbi-umbian. Lebih lanjut wasis mengatakan untuk mewujudkan mimpi dan harapanya maka alternatif yang ditempuh adalah  penyediaan air yang cukup tanpa harus mengurangi kebutuhan pokok seperti asrama, perumahan dan lain lain.

Maka sistem irigasi tetes menjadi pilihan, karena akan mampu menghemat air dan pupuk dengan membiarkan air menetes secara perlahan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar.

Sistem irigasi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi yang relatif landai. Sebelum mengakhiri obrolan kepala BBPP Batu memberikan apresiasi yang ditujukan kepada unsur pimpinan yang dengan penuh dedikasi mengajak seluruh staf, Widyaiswara dan THL bergotong royong mewujudkan lahan yang produktif dengan aneka tanaman sebagai wujud nyata implementasi arahan Menteri Pertanian dan Kepala Badan PPSDMP.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress