Penyuluh Tancap Gas di Transisi New Normal

Setelah hampir tiga bulan selama pandemi 19 kegiatan penyuluh yang kurang optimal terutama kegiatan Luas Tambah Tanam,  maka Pada masa transisi new Normal yang dimulai pada awal Juni kegiatan Petugas Kostratani melaksanakan rapat koordinasi Upsus Pajale (Padi, Jagung Kedelai) yang berlangsung di Ruang Rapat Raden Panji Pulang Jiwo (08/20)

Dihadiri oleh Penyuluh, mantri tani dari 33 Kecamatan se Kabupaten Malang acara di buka oleh asisten 1 sekda Kabupaten Malang, BBPP Batu, dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang

Budiar Anwar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan menyatakan perkembangan luas tambah tanam diwilayahnya tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data diperiode yang sama tahun 2019 “Kepada Mantri Tani, Koordinator Penyuluh untuk segera melaporkan ke Dinas Luas Tambah Tanam” Pinta Budiar  

Selanjutnya Dalam sambutannya Sukowiyono Asisten 1 menyampaikan bahwa program Upsus merupakan program Nasional yang bertujuan untuk memaksimalkan potensi lahan, dengan peningkatan luas tambah tanam (LTT), Luas panen dan peningkatan produktifitas pertanuan.

 Kabupaten Malang pada akhir Tahun 2019 mencatatkan Luas tambah tanam sebesar 74.935 Ha dari 45.888 ha Baku Lahan, akan tetapi di tahun 2020 angka yg dilaporkan terdapat penurunan, meningkatknya kebutuhan pangan serta perubahan iklim tidak menentu  sehingga terjadi penurunan tambah panen baik padi, jagung dan kedelai “semua pihak untuk mengambil langkah-langkah strategis dan meningkatkan kerjasama mulai dari kelompoktani sebagai pelaku dan petugas lapangan” ujar Sukowiyono

Selanjutnya langkah yang harus diambil meliputi Mendorong percepatan tanam peningkatan indek pertanaman, mendorong perluasan tanam padi, Jagung dan Kedelai, dan perbaikan saluran irigasi meningatkan kegiatan pengawalan dan pendampingan petani oleh petani “Sehingga petani dapat menjalakan program terpat waktu dan hasil yang maksimal” Pungkas Sukowiyono

Hal tersebut sesuai dengan semangat yang disampaikan menteri pertanian Syahrul yasin Limpo (SYL) bahwa sektor pertanian harus dikelola secara serius untuk  serta mampu menjawab tantangan masa depan soal ketersediaan pangan “Di masa new normal, yang memiliki prospek untuk menghidupi masyarakat ada sektor pertanian,  Jika pangan tersedia maka masyarakat bisa hidup,” Jelas SYL dalam rekam digitalnya.

Hal senada disampaikan oleh Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, bahwa ketersediaan pangan harus senantiasa diperhatikan, monitor.dengan cara peningkatan produksi, selain itu harga harus dikendalikan “Harga sesuai suplai dan deman, jumah barang dan permintaan barang tersebut, hal ini untuk mengantisipasi komoditas Volatile seperti Padi, Jagung, kedelai bawang dan sebagainya” Jelas Dedi di Rekam digital kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh dalam Antisipasi Krisis Pangan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress