Don’t Stop Pangan Indonesia, Kostratani Garda Terdepan Kawal Petani

Pemantauan kostratani di Kab. Malang.

Menteri Pertanian RI Dr.H.Syahrul Yasin Limpo, SH,M.Si,MH, mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan dan berpesan bahwa sektor pertanian tidak mengenal istilah “Berhenti” dalam kondisi apapun seperti halnya dengan situasi saat sekarang ini  ditegah wabah virus pendemi covid- 19.

“Semoga pangan kita senantiasa dalam kondisi yang aman, agar masyarakat nyaman sepanjang bulan suci Ramadhan,” harapnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Prof. Dr. Dedy Nursyamsi, MAgr., mengapresiasi kinerja para penyuluh dan juga berpesan agar tetap semangat, jaga SOP Covid -19 serta sinergitas dengan lembaga terkait terus dilakukan secara simultan dalam melalukan pengawalan terhadap petani.

“Hal tersebut kita lakukan sebagai upaya percepatan introduksi dan hilirisasi inovasi teknologi Kementerian pertanian,” kata Dedy.

Ia mengatakan Propinsi Jawa Timur, BPP yang telah di canangkan pada program Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) ada sekitar 279 BPP yang tersebar di beberapa kabupaten dan diharapkan memiliki peran strategis sebagai komando simpul pembangunan pertanian yang dimulai dari tingkat kecamatan.

Kostratani bertujuan menciptakan kecamatan sebagai tumpuan pengendali, sistem ini dipersiapkan untuk memonitor dan mengoptimalkan peran penyuluh di kecamatan sebagai ujung tombak dan garda terdepan ketahanan pangan nasional. 

Salah satu penyuluh pendamping Kostratani BPP kecamatan Kapanjeng Kab.Malang Ida Styoningsih, S.Pt, mengungkapkan bahwa aktifitas pertanaman, khusnya tanaman padi di wilayah Malang telah memasuki MH 2
sebagian besar melakukan panen hingga April – Juni yang merupakan puncak penen raya dan di beberapa titik juga melakukan tanam dan olah tanah.

“Hal ini berlangsung secara terus menerus hingga hingga MK 2 mendatang maka boleh dikatakan “Pertanian tak pernah berhenti,” ungkap, Ida.

BPPSDMP Kementerian Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis BBPP Batu, bersama Penyuluh melakukan pendapingan terhadap petani  dan pemantauan lapangan di wilayah kostratani di kabupaten Malang. 

Luas baku sawah wilayah Kab.Malang sekitar 45.888 Ha.Untuk MH II luas panen padi  pada bulan Maret 2020 mencapai 9.665,1 Ha dengan provitas rata-rata 8 – 8,5 ton per Ha sedangkan jenis varietas yaitu ; Inpari,Ciherang,Logawa dan beberapa jenis Varietas Hibrida lainnya.

Wasis Sarjono, kepala BBPP Batu mengungkapkan beras masih surplus dikisaran 3.240 ton dan jumlah cadangan beras segera bertambah pada bulan April hingga juni mendatang saat panen raya. 

“Petani di bebagai lokasi mereka tetap  semangat beraktifitas dalam mengelolah usaha tani mereka, sehingga boleh dikatakan petani merupakan pahlawan pangan di tegah wabah pandemi Covid-19,” terang Wasis.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

© 2022: Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu | GREEN EYE Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress