BBPP Batu Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Mendukung Program Kostratani

Artikel Pelatihan Berita

BBPP Batu menggelar pelatihan Pengolahan Limbah Ternak, Selasa-Senin (25 Februari – 2 Maret 2020). Pelatiham tersebut sebagai langkah  mendukung Program Kostratani (Komando Strategi Pertanian).

Foto bersama peserta Pengolahan limbah

Program Kostratani ini merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, SH, MH menyebutkan bahwa Konstratani merupakan Pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Sehingga dengan Konstratani peran BPP menjadi semakin luas, dimana BPP akan menjadi Pusat data dan informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat pembelajaran agribisnis, Pusat konsultasi agribisnis dan Pusat pengembagan jejaring kemitraan.

Hal ini senada apa yang  disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi  menyampaikan bahwa lokus pemeranan Konstratani ada dikecamatan, dimana Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) adalah Kopasus sehingga dalam hal ini PPL menjadi garda terdepan pembangunan nasional, terlebih lagi beban ketersediaan pangan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia menjadi tugas utama PPL..

Dalam pembukaan pelatihan ini dihadiri Kepala Balai Dr. Wasis Sarjono, S.Pt M.Si, Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan Sugino, S.Pt M.Si, Kasi Pelatihan Non Aparatur Afnita, S. Sos, Kepala Seksi Aparatur Dra. Hastutik, M.Si, Widyaiswara serta panitia pelatihan.

Peserta pelatihan berasal dari perwakilan Kabupaten se – Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan beberapa peserta dari Jawa Barat. Materi yang disampaikan dalam Pelatihan Pengolahan Limbah Ternak antara lain Kebijakan Pengolahan limbah Pertanian/Peternakan Mendukung Program Kostratani, Penerapan Prosedur Keselamatan Kesehatan Kerja, Membuat Pupuk Organik Padat dan Cair Plus, Menentukan Kwalitas Bahan Baku, Mengenal dan Mengoperasionalkan Biogas, Menganalisis Pemasaran serta Menghitung Analisa Usaha.

Keantusiasan peserta nampak dalam salag satu kegiatan praktek pembuatan alat pemurnian gas sederhana yang disampaikan oleh Heru Sari Purnomo, S.ST, pada kesempatan ini Heru meyampaikan bahwa salah satu keengganan peternak tidak menggunakan gasbio untuk memasak adalah aroma gas yang tidak sedap yang ditimbulkan dari hasil fermentasi bahan organik dalam kondisi an aerob oleh bakteri methagonik menjadi methana.

Namun oleh Heru aroma yang tidak sedap ini bisa dihliangan dengan alat purifikasi sederhana dengan memanfaatkan bahan absorsi dari larutan garam atu kapur.

Pada kesempatan yang sama Ir. Teguh Wibowo, M.Si yang juga ketua divisi limbah juga widyaiswara Madya yang mengampu materi pembuatan pupuk organik padat plus mengatakan bahwa sekarang ini semua bentuk usaha produksi atau budidaya pasti menghasilkan limbah salah satunya usaha peternakan.

Di penernakan limbah yang jadi dominan adalah limbah kotoran ternak dan sisa pakannya, kondisi ini memang menjadi masalah bagi peternak terutama di masyarakat.

Untuk itu kita harus mengerti bagaimana jika limbah limbah tersebut di kelola secara baik dan benar tentunya bisa mengurangi dapak negatif yang ditimbulkan, bahkan jika dikelola secara serius malah akan menghasilkan nilai tambah yang luarbiasa dan dapat menambah pendapatan peternak.

Secara terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si berharap melalui Pelatihan ini peserta sepulang dari Balai bisa memproses dan memproduksi pupuk organik yang nantinya akan mendukung dalam penyedian pupuk yang ramah lingkungan di wilayah masing masing.

Dengan pemberian pupuk organik diharapkan biota dan bakteri tanah yang membantu proses pemasakan bahan organik menjadi unsur hara yang siap terserap oleh akar tanaman yang nantinya menjadikan tanaman subur produksi tinggi sehingga bisa mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *