Selamat Datang UU P3

Selamat Datang UU P3

Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UU P3) ini lahir setelah DPR RI dalam Sidang Paripurna mengesahkan Rancangan UU yang sudah digagas selama 9 tahun lalu tersebut menjadi UU pada tanggal 9 Juli 2013. Usai pengesahannya, Menteri Pertanian, Suswono mengatakan dengan UU ini kehidupan petani akan lebih baik. Pembahasan RUU Perlindungan Petani ini sempat tertunda satu periode kerja DPR RI. Saat itu pada tanggal 1 Februari 2005, DPR RI mengeluarkan keputusan No. 01/DPR RI/III/2004-2005 tentang persetujuan penetapan Program Legislasi Nasional Tahun 2005-2009. Dalam Prolegnas tersebut, duetapkan 284 prioritas RUU untuk digarap selama 5 tahun. Rancangan undang-undang perlindungan petani berada di urutan No. 229 Prolegnas tersebut. Namun hngga akhir masa kerja DPR RI periode 2004-2009, ternyata RUU Perlindungan Petani tidak dibahas. Atas desakan masyarakat pembahasan RUU Perlindungan Petani bisa masuk menjadi prioritas legislasi DPR RI periode 2009-2014.

Ketua Panja RUU, Herman Khaeron mengatakan UU ini melindungi usaha tani dari fluktuasi harga dan ekonomi biaya tinggi. Baik pemerintah mauopun pemerintah daerah bertanggungjawab untuk penyediaan sarana pertanian, Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memerintahkan BUMN untuk membentuk unit khusus bagi kemudahan layanan pembiayaan petani. Parlemen juga meminta kepada pemerintah untuk segera mensosialisasikan UU P3 beserta peraturan menteri.

Dalam UU P3 ini juga terdapat pasal-pasal yang mejamin  kepemilikan lahan dengan luasan tertentu bagi petani. Pada pasal 58 ayat disebutkan bahwa Pemerintah Daerah wajib memberikan jaminan luasan lahan kepada petani dengan memberikan kemudahan untuk memperoleh tanah negara yang diperuntukkan untuk kawasan pertanian 2 hektar tanah per petani.

Terkait dengan pidana bagi petani yang mengalihfungsikan lahannya untuk non pertanian di UU P3 ini sebelumnya sejumlah anggota dewan memprotes, Namun akhirnya mereka sepakat bahwa hal tersebut hanya mencakup lahan hasil konsolidasi yang diberikan negara kepada petani. Pada UU No. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan berkelanjutan telah menetapkan pidana bagi perseorangan yang mengalihkan lahan, berupa pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda satu miliar rupiah. Bila aparat pemerintah yang melakukan  maka penjara dan dendanya lebih lama dan lebih besar.

Sumber : Sintani, 2013

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   M70-101   LX0-104   EX300   70-411   640-911   CAS-002   350-001   JN0-102   9A0-385   70-462   70-178   CISM   3002   220-902   SSCP   c2010-657   300-206   70-246   AWS-SYSOPS   70-534   640-916   ADM-201   LX0-103   74-678   210-065   300-115   642-732   1Z0-060   352-001   1Z0-061   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093