Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

Probiotik

Probiotik dari bahasa Yunani probiotique, yang berarti untuk kehidupan, untuk menjelaskan istilah yang berlawanan dengan antibiotik. Probiotik digunakan untuk keseimbangan pertumbuhan mikroflora usus. Probiotik adalah suplemen mikroba hidup yang memberikan efek positif manusia dan hewan dengan memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Probiotik adalah mikroba hidup yang bermanfaat bagi kesehatan dan efek menyehatkan dan keamanannya harus secara ilmiah teruji pada manusia melalui uji klonis (Gibson dan Fuller, 2000). Menurut Surono (2004), prebiotik adalah sejumlah mikroba yang cukup agar memberikan efek positif bagi kesehatan, bisa berkolonisasi sehingga bisa mencapai jumlah tertentu selama waktu tertentu. Probiotik bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya: sintesa vitamin, aktivitas β-galaktosidase, dekonjugasi garam empedu, menghasilkan hidrogen peroksida, memproduksi D dan L-asam laktat, memproduksi antibiotik, mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen, beradesi (melekat) dan berkolonisasi pada permukaan usus, mampu berkompetisi dalam pelekatan pada permukaan usus dengan patogen dan   menstimulir sistem imun.

                Bakteri probiotik yang sudah melalui uji klinis, diantaranya adalah Lactobacillus casei subsp. casei Shirota strain yang terdapat dalam yakult, Bifidobacterium, Lactobacillus acidophilus, Lb. johnsonii, Lb. gasseri, Lb. plantarum, Lb. reuteri, Lb. helveticus, Pediococcus acidilactici, Lactococcus lactis subsp. Lactis dan Enterococcus faecium, E. Faecalis. Kolonisasi bakteri harus melekat kuat pada epitelium mukosa dan harus bisa beradaptasi pada lingkungan tempat melekat atau beradesi. Kompetitor reseptor adesi antara bakteri probiotik dan patogen adalah habitat spesifik. Empat mikrohabitat dalam saluran pencernaan adalah a) permukaan sel epitelium; b) kript ileum, cecum dan usus besar; c) mukus gel yang melapisi epitelium dan d) lumen usus.

Prebiotik

Prebiotik adalah bahan pangan yang tidak tercerna di dalam tubuh atau nondigestible food ingredient yang bertugas memicu aktivitas dan pertumbuhan yang selektif terhadap satu jenis atau lebih bakteri penghuni kolon yang bermanfaat (Salminen et al., 1998; Gibson dan Fuller, 2000; Surono, 2004). Prebiotik harus memenuhi ketentuan diantaranya tidak dihidrolisis dan diserap di bagian usus halus atau usus besar, merupakan substrat yang selektif untuk satu atau sejumlah mikroflora yang menguntungkan kolon dan mampu mengubah mikroflora kolon menjadi komposisi yang menguntungkan kesehatan (Scientific Press, 2000). Menurut Surono (2004), di dalam usus besar, bahan prebiotik akan difermentasi oleh bakteri probiotik terutama Bifidobacterium dan Lactobacillus dan menghasilkan asam lemak rantai pendek dalam bentuk asam asetat, propionat, butirat, L-laktat, CO2 dan   hidrogen. Asam lemak rantai pendek tersebut dapat dipakai sebagai sumber energi oleh tubuh.

Inulin umbi dahlia merupakan salah satu prebiotik yang dapat dipecah oleh enzim inulinase yang dihasilkan oleh kapang Aspergillus niger dan bakteri asam laktat golongan Lactobacillus menjadi glukosa dan fruktosa. Gula-gula sederhana ini dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang menguntungkan di dalam usus sebagai sumber nutrisi untuk berkembang biak dan sebagian diubah menjadi asam laktat yang bermanfaat untuk tubuh manusia (Gibson dan Fuller, 2000). Sumber prebiotik alami menurut Surono (2004) adalah air susu ibu (ASI) dalam bentuk oligosakarida yang terkandung dalam kolostrum, yaitu oligosakarida N-acetyl glucosamine, yang hanya sedikit sekali dapat dicerna di usus (<5%) dan   mendukung pertumbuhan bakteri Bifidobacterium. Selain itu, secara alami frukto-oligosakarida terdapat dalam berbagai sayur dan buah misalnya onion, asparagus, chicori (mengandung inulin), pisang, oligosakarida pada kedelai dan artichoke. Menurut Grizard dan Bartemeu (1999), bahan pangan sumber prebiotik misalnya: bawang putih, asparagus, pisang, chiccori, umbi dahlia dan Jerusalem artichoke. Beberapa jenis prebiotik yang secara komersial tersedia di pasaran dapat dilihat pada Tabel 1.

 

Tabel 1. Berbagai Jenis Prebiotik Komersial


Keterangan : * = Digestible oligosaccharides
Sumber : Surono, 2004

 

 Fructo Oligo Saccharide dan Galacto Oligo Saccharide (FOS dan GOS).

Prebiotik pada umumnya adalah karbohidrat dalam bentuk oligosakarida (oligofruktosa) dan dieteri fiber (inulin) (Grizard dan Bartemeu, 1999). Bahan prebiotik yang paling sering dipakai ialah FOS yang dari penelitian ternyata disukai dan difermentasi oleh Bifidobacterium (Surono, 2004). Pemberian inulin atau FOS sebanyak 4 g per hari merupakan sumber prebiotik (Reddy, 1998; Grizard dan Bartemeu, 1999). Suplementasi susu formula untuk bayi dengan GOS pada konsentrasi 0,24 g/dl merangsang pertumbuhan Bifidobacteria dan Lactobacillus dalam usus dan berkarakter sama dengan ASI (air susu ibu) sebagai makanan bayi (Xiao-ming et al., 2004). Suplementasi susu formula untuk janin (ibu hamil) dengan campuran FOS dan GOS pada konsentrasi 10 g/l merangsang pertumbuhan Bifidobacteria dalam usus dan berkarakter sama dengan ASI (air susu ibu) sebagai makanan bayi yang belum lahir (Boehm et al., 2002). Penggunaan prebiotik FOS dan GOS pada susu formula untuk bayi meningkatkan secara cepat dan nyata persentase Bifidobacteria dalam usus dan mampu mempertahankan keseimbangan flora usus selama satu bulan pertama (Rigo et al., 2001).

Sinbiotik

Istilah sinbiotik digunakan bila suatu produk mengandung probiotik dan prebiotik, berasal dari kata sinergis. Contoh sinbiotik adalah produk yang mengandung oligosakarida dan probiotik Bifidobacterium. Berbagai jenis produk sinbiotik terdapat di pasaran baik dalam bentuk bio yoghurt yang mengandung prebiotik, maupun dalam sachet berisi serpihan prebiotik dan butiran bakteri probiotik (Surono, 2004).

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standarisasi Nasional Indonesia. 1999. SNI 01-2970-1999: Susu Bubuk. Balai Besar Industri Kimia Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta.

Boehm, G., M. Lidestri, P. Casetta, J. Jelinek, F. Negretti, B. Stahl and A. Marini. 2002. Supplementation of a bovine milk formula with an oligosaccharide mixture increases count of faecal bifidobacteria in preterm infants.

Buckle, K.A., R.A. Edwards, W.R. Day, G.H. Fleet dan M Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan: H. Purnomo dan Adiono. Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Gibson, G.R. and Fuller. 2000. Aspect of in vitro and in vivo research directed toward identifiying probiotic and prebiotic for human use. J. Nutr.130 (25 suppl) : 3915-3955. In: Scientific press. 2000. http://www.yahoo.com/dadih susu (15 September 2007)

Grizard, D. dan Bartemeu. 1999. Non digestible oligosacarides used as prebiotic agent : mode of production and benefical effect on animal and human health. Reprod. Nutr. Dev. 39 (5-6): 563-588.

Reddy, B.S. 1998. Prevention of colon cancer by pre- and probiotic: evidence from laboratory studies. Br. J. Nutr. 80(4): 5219-5223. In: Scientifis press. 2000. http://www.yahoo.com/dadih susu (15 September 2007)

Salminen, S., B. Ruault, J.H. Cumming, a. Frank, G.R. Gibson, E. Isolauri, M.C. Moreau, M. Robertfroid and I. Rowland. 1998. Functional food science gastrointestinal physiology and function. Br. J. Nutr. (Suppl 1) : 147-171. In: Scientifis press. 2000. http://www.yahoo.com/dadih susu (15 September 2007)

Saragih, Y.P., I.L. Ikram, dan N.N. Effendi. 1981. Madu, Teknologi, Khasiat, dan Analisa. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Surono, I.S. 2004. Probiotik Susu Fermentasi dan Kesehatan. Yayasan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia, Jakarta.

Vandame, E.J. and P.G. Robinson. 1999. Yoghurt Science and Technology. CRC Press, Cambridge.

Varnam, A.H. dan P. Sutherland. 1994. Milk and Milk Products, Technology Chemistry and Microbiology. Chapman and Hall. New York.

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Xiao-ming B., Z. Xiao-yu, Z. Wei-hua, Y. Wen-liang, P. Wei, Z. Wei-li, W. Sheng-mei, C.M.V. Beusekom and A. Sehaufsmu. 2004. Supplementation of milk formula with galacto-oligosaccharides improves intestinal micro-flora and term infants.

Oleh:
Eko Saputro, S. Pt
(Widyaiswara Pertama BBPP Batu)

 

 

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550