PRINSIP PRODUKSI BERSIH SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN PETERNAKAN SAPI PERAH

PRINSIP PRODUKSI BERSIH SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN PETERNAKAN SAPI PERAH

Oleh :  Widi Roseli (Widyaiswara Muda BBPP Batu)

Pemeliharaan sapi perah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini senantiasa didorong oleh pemerintah agar swasembada susu tercapai secepatnya. Untuk memenuhikebutuhan susu secara nasional, perkembangan sapi perah perlu mendapatkanpembinaan yang lebih mantap dan terencana dari pada tahun – tahun yang sudah. Hal ini akan dapat terlaksana apabila peternak – peternak sapi perah dan orang yang terkait dengan pemeliharaan sapi perah bersedia melengkapi diri dengan pengetahuan tentang pemeliharaan sapi perah.

Pada pemeliharaan sapi perah diharapkan mengacu pada prinsip produksi bersih. Menurut BAPEDAL Pusat (1998). Produksi bersih merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif dan terpadu yang perlu diterapkan terus menerus pada proses produksi dan praproduksi, sehingga mengurangi risiko terhadap manusia dan lingkungan. Dimana Produksi bersih tidak hanya menyangkut proses produksi, tetapi juga menyangkut pengelolaan seluruh daur hidup produksi, yang dimulai dari pengadaan bahan baku dan pendukung, proses dan operasi, hasil produksi dan limbahnya sampai ke distribusi serta konsumsi. Sedangkan menurut KLH (2003), Produksi bersih merupakan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara terus menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait produksi bersih, produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumbar daya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimalisasi resiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan.


Adapun tujuan dari penerapan produksi bersih pada unit produksi adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi yang meliputi efisiensi dan efektifitas penggunaan bahan baku, bahan penolong, air dan sumber energi sehingga akan dapat mengurangi limbah yang keluar dari proses, sehingga dapat dikatakan produksi bersih merupakan upaya tata laksana operasi yang lebih baik.

Sesuai Bapedal (1998), manfaat dari penerapan produksi bersih adalah :
1.    Meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan bahan baku, energi dan sumber daya lainnya.
2.    Meningkatkan efisiensi dalam proses produksi sehingga dapat mengurangi biaya pengolahan limbah.
3.    Mengurangi bahaya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
4.    Mengurangi dampak pada keseluruhan siklus hidup produk mulai dari pengambilan bahan baku sampai pembuangan akhir setelah produk tersebut digunakan.
5.    Meningkatkan daya saing produk di pasaran dan mampu meningkatkan image yang baik bagi perusahaan.
6.    Menghindari biaya pemulihan lingkungan.
7.    Mendorong dikembangkanya teknologi pengurangan limbah pada sumbernya dan produk ramah lingkungan.

Dengan adanya penerapan produksi bersih ini diharapkan adanya kondisi yang dapat mengarah pada penghematan energy. Sebagai conotoh dengan meminimalkan penggunaan air  karena kita tahu bahwa pada peternakan sapi perah sangat membutuhkan air yang melimpah dalam pengelolaannya. Bentuk kegiatan tersebut adalah dengan penuh kesadaran mematikan kran air pada tempat penampungan air bila telah penuh, memperbaiki saluran air yang rusak dan tidak menggelontor kotoran  ternak dengan air yang terus menerus. Selain itu penerapan tatalaksana pemerahan yang benar seperti ketepatan interval waktu antara pemerahan pertama dengan kedua, adanya pencucian puting dengan air bersih dengan penggunaan  lap yang berbeda pada setiap sapi serta penggunaan celup putting dengan desinfektan juga dapat mencegah pemborosan biaya yang dikeluarkan peternak dan mencegah tercemarnya lingkungan oleh limbah susu. Serta yang tidak kalah pentingnya  adalah adanya pengehematan biaya pakan dengan cara member pakan hanya yang disukai oleh ternak dan tidak memberikan bonggol, apabila ada sisa pakan lebih baik didaur kembali seperti adanya perutan bonggol hijaun yang dapat dicampurkan pada comborannya.  Dengan demikian  pemborosan energy dapat dikurangi dan peternak sapi perah memiliki daya saing.

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550   M70-101   LX0-104   EX300   70-411   640-911   CAS-002   350-001   JN0-102   9A0-385   70-462   70-178   CISM   3002   220-902   SSCP   c2010-657   300-206   70-246   AWS-SYSOPS   70-534   640-916   ADM-201   LX0-103   74-678   210-065   300-115   642-732   1Z0-060   352-001   1Z0-061   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093