Perbibitan Sapi Peranakan Ongole Integrasi Dengan Tanaman Padi

Perbibitan Sapi Peranakan Ongole Integrasi Dengan Tanaman Padi

Oleh Adi Wijayanto DS, BBPP-Batu

Abstrak

Perkembangan perbibitan sapi peranakan ongole sudah dikerjakan oleh peternak pengusaha dan program dinas peternakan, namun berkaitan dengan peningkatan mutu bibit ada beberapa kreteria yang perlu dipenuhi.
Kreteri dibedakan dalam penilaian skor : 5, skor : 3, skor: 1 dengan jumlah nilai skor Tinggi: 108-135, sedang : 55-17, rendah : 27-54, yang dinilai dari angket penilaian yang disediakan, disamping itu dinilai ekstriur normal tidak ada cacat, asal keturunan dari bibit unggul  dan kondisi kesehatan sapi tersebut sehat. Sapi tersebut dipelihara dalam lingkungan usaha tanaman padi dengan menggunakan Limbah tanaman padi. Adapun  berat badan yang jantan sapih  umur 205 hari minimal 148 kg, sedangkan yang betina  berat sapih umur  205 hari minimal  130 kg. Sedangkan umur 18-24 bulan kelas I yang betina  tinggi minimal 118 cm dan panjang tubuh minimal 124  cm,  yang jantan tinggi minimal  127cm dan panjang tubuh minimal  139 cm. Hal itu dilaksanakan untuk menjaring standart mutu bibit sapi peranakan ongole.