PENAS Petani-nelayan Motivasi Bagi Petani

PENAS Petani-nelayan Motivasi Bagi Petani

“Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan merupakan metode penyuluhan bagi dan melayan seluruh Indonesia. Bahkan dapat menkingkatkan motivasi pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian, khususnya petani dan nelayan”. Demikian didisampaikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia beberapa pekan lalu.

Penas Petani -Nelayan XIV pada tanggal 7 s.d. 12 Juni 2014 mendatang akan berlangsung di Kabupaten Malang, Jawa Timur.Tema Penas XIV tahun 2014 adalah memantapkan kepemimpinan dan Kemandirian Kontak Tani Nelayan dalam Rangka Pengembangan Kemitraan dan jejaring Usaha Tani Guna Mewujudkan kesejahteraan petani nelayan”. Menteri Pertanian menyampaikan bahwa selian meningkatkan motivasi petani, kegiatan Penas-Nelayan menjadi ajang media tukar menukar informasi, teknologi dan pengalaman antara para petani-nelayan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah. Tidak hanya itu bahwa dengan kegiatan tersebut dapat menjadi tempat promosi dan pemasaran bagi produk-produk pertanian Indonesia. Dengan demikian maka beliau berharap dengan kegiatan tersebut bisa membangkitkan semangat, tanggungjawab serta kemandirian bagi petani-nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Latar belakang diselenggarakannya Penas adalah membangkitkan semangat dan tanggungjawab serta kemandirian petani-nelayan untuk berkontribusi aktif dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Dalam kegiatan Penas XIV 2014, petani-nelayan berkesempatan saling mengisi dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribisnis di tingkat petani-nelayan. selan itu juga memberi motivasi kepada petani-nelayan untuk saling berinteraksi dan bersinergi dalam memanfaatkan sumberdaya alam pertanian dan peningkatan pendapatan sehngga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir menyampaikan bahwa Penas tahun 2014 kali ini akan memberikan nuansa yang berbeda dari Penas sebelumnya yaitu kegiatan magang. kegiatan magang tersebut akan berlangsung di 35 titik.Daya tariknya lainnya adalah gelar teknologi dari hasil penelitian Litbang pertanian. gelar teknologi terseebut bukan hanya untuk tanaman padi tetapi juga tanaman lain.

Diperkirakan penas Petani-Nelayan yang terpusat di Stadion Kanjuruhan, kepanjen malang akan diikuti sekitar 35.000 orang. Komposisinya adalah peserta utama yang terdiri dari petani-nelayan seluruh Indonesia. terdiri dari unsur organisasi KOntak Tani nelayan Andalan (KTNA), Hinpunan kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Persatuan Tani nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI), Dewan Tani Indonesia (DTI), Serikat Petani Indonesia (SPI), dan Syarikat Tani Islam Indonesia (STII). Peserta lainnya adalah aparatur pendamping (15%) dan peninjau (10%).

Kegiatan yang berlangsung selama penas XIV meliputi 32 jenis kegiatan yang tergabung dalam tujuh kelompok bidang kegiatan. yaitu upacara dan apresiasi, kepemimpinan dan kemandirian kontak tani nelayan, kemitraan usaha dan jaringan informasi agribisnis, pengembangan teknologi dan kualitas produksi agribisnis, pengembangan wirausaha petani nelayan da kesadaran lingkungaan, sinkronisasi program pembangnan pertanian pusat dan daerah serta kesekretariatan.

Direncanakan Penas XIV 2014 akan dibuka oleh Presiden republik Indonesia, Susilo bambang Yudhoyono di stadion kanjuruhan, kecamatan kepanjen, Kabupaten malang. Pada saat acara pembukaan, presiden akana memeberikan penghargaan kepada para Gubernur, Bpati/walikota, kepala Dinas, penyuluh, petani yang berprestasi dalam mendukung keberhasilan program pembangunan pertanian. Pemberian penghargaan juga akan diberikan Kelompok KTNA Nasional kepada Presiden RI berupa “Lencana Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama”. Menurut Winarno Tohir sebagai ketua KTNA, pemberian penghargaan ini merupakan penghargaan atad dedikasi dan keberpihakan Presiden terhadap pembangnan pertaian. Terutama keberpihakan kepada petani-nelayan sebagai pelakubutama pembangnan pertanian, perikanandan kehutanan.

Pada saat yang bersamaan akan diluncurkan startegi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2013 – 2045 sebagai dokumen strategis penyelenggaraan program pembangunan berbasis bio industri berkelanjutan.