Penanganan Masa Kritis Cempe

 

Persiapan peternak dalam upaya mencegah kematian cempe saat dilairkan, merupakan tahapan penting setelah tahap perawatan induk kambing kering bunting. Persiapan tersebut meliputi kandang, peralatan, sarana dan obat-obatan serta bahan pembuatan susu jolong.

 

Oleh :
Wasis Sarjono – Widyaiswara BBPP Batu


Persiapan Kelahiran

Persiapan peternak dalam upaya mencegah kematian cempe saat dilahirkan, merupakan tahapan penting setelah tahapan perawatan induk kambing kering bunting. Persiapan tersebut meliputi kandang, peralatan, sarana dan obat – obatan serta bahan pembuatan susu jolong. Kebuntingan kambing kurang lebih 150 hari ( 5 bulan). Persiapan yang harus dilakukan oleh peternak antara lain memastikan keadaan kandang bersih, lantai kandang kering, dinding kandang rapat, terhindar dari percikan air hujan dan pencahayaan mampu menjaga suhu cempe yang akan lahir normal baik siang maupun malam.

Tanda – tanda kambing akan melahirkan

    Peternak diharapkan memahami secara baik tanda – tanda induk yang akan melahirkan, secara umum tanda – tanda induk kambing yang akan melahirkan antara lain ; keadaan perut bagian kanan semakin membesar, keadaan perut menurun,  ambing membesar – puting susu terisi penuh (ketika ditekan padat berisi), puting membesar dan kenyal, alat kelamin membengkak berwarna kemerah – merahan dan lembab, pinggul mengendur (longgar) induk gelisah, mengaruk – garuk tanah atau lantai kandang dan mengembik, nafsu makan berkurang serta intensitas  kencing lebih tinggi.

Proses kelahiran

Proses kelahiran kambing berlangsung dapat berlangsung pada siang maupun malam hari, prosesi kelahiran cempe berlansung dalam waktu yang cepat, jika anak lebih dari satu interval kelahiran anak pertama dan berikutnya berlangsung kurang lebih selama 15 – 30 menit. Proses kelahiran cempe  ditandai dengan proses pecahnya kantong ketuban, beberapa saat kemudian akan anak keluar, jika setelah 45 menit setelah ketuban pecah dan belum ada tanda – tanda anak lahir berarti ada kelainan dan proses kelahiran harus segera dibantu.

Tahapan kritis cempe dan penanganannya
a.    Pra kelahiran
Langkah – langkah upaya mengantisipasi fase kritis cempe adalah aktivitas yang harus dilakukan untuk membantu kambing yang kesulitan melahirkan, tahapan kegiatan tersebut antara lain :
1.    Lakukan pembersihan alat kelamin dan daerah sekitarnya alat kelamin  dengan sabun.
2.    Bersihkan tangan gunakan kaos tangan plastik dan olesi dengan sabun cair sebagai pelumas.
3.    Masukan tangan dengan menguncup ke dalam alat kelamin kambing secara pelan dan hati – hati.
4.    Pastikan posisi bagian – bagian tubuh cempe ; kaki, kepala dan bagian lainnya dalam kondisi normal.
5.    Pastikan posisi bagian tubuh cempe yang tidak normal diatur ke posisi yang normal kemudian tarik pelahan – lahan.

b.    Proses kelahiran
Penanganan cempe yang baru lahir adalah pemotongan tali pusar, bekas luka pemotongan di olesi yodium, segera membersihkan lendir yang terdapat pada lubang hidung, mulut serta mata cempe agar penafasan tidak terganggu. Induk akan membersihkan lendir ditubuh cempe dengan menjilati anaknya sampai kering, apabila induk tidak melakukan pembersihan lendir pada cempe, lendir dan cairan yang ada ditubuh cempe segera dibersihkan menggunakan lap lembut dan kering dan bersih. Setelah cempe lahir ari – ari dan lendir yang bercampur darah di induk akan keluar sendiri kurang lebih dalam 24 jam setelah kelahiran.

Penanganan kesulitan melahiran cempe secara umum disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1.    Posisi cempe tidak normal; seperti, salah satu kaki depan ke belakang, kepala menengok ke belakang, posisi anak melingkar, posisi anak terbalik, anak kembar tidak normal).
2.    Induk memiliki pinggul yang sempit.
3.    Tubuh cempe terlalu besar
4.    cempe mati dalam kandungan.
5.    Kondisi induk tidak sehat.  

Pasca kelahiran

    Aktifitas penanganan fase kritis setelah cempe lahir merupakan tahapan terakhir dari ketiga tahapan, kondisi cempe yang baru lahir sangatlah lemah, oleh karena itu cempe yang baru lahir harus dirawat secara intensif, cempe sangat peka terhadap kondisis lingkungan yang kurang mendukung. Tahapan perawatan yang harus dilakukan antara lain:
1.    Cempe ditempatkan dalam kandang yang bersih, ventilasi cukup, cahaya matahari pagi dapat masuk kandang, sehingga kandang cukup hangat.
2.    Lantai dialasi jerami atau rumput kering dan setiap hari diganti agar tetap kering dan hangat.
3.    Kandang yang cukup luas agar cempe dapat bermain dengan leluasa.
4.    Kandang diberi penerang untuk mempertahankan suhu pada malam hari dan ketika hujan.
5.    Tahap awal cempe mengalami kesulitan menyusu secepatnya dibantu agar dapat menyusu pada induk.
6.    Apabila induk kambing mati/ tidak mau menyusui atau produksi susu induk tidak mencukupi  cempe dapat diberi susu buatan (susu jolong), diberikan dengan menggunakan dot, diberikan 3 sampai 4 kali perhari atau disusukan pada induk lain yang menyusui (jika induk mau). Pemberian susu buatan ini dilakukan selama 2 bulan.

Tahapan penenganan fase kritis cempe sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan semangat peternak dalam pengelolaan usaha.jika masih menemui kesulitan dianjurkan menemui penyuluh atau petugas teknis terdekat. Selamat berkaya, semoga sukses. amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *