Pemanfaatan Cascing Sebagai Kompos

Pemanfaatan Cascing Sebagai Kompos

 

PEMANFAATAN CASCING SEBAGAI KOMPOS

Dwita Indrarosa

 
 Sumber : Lahan Praktek Pengolahan Limbah

T

eknologi pengomposan sampah sangat beragam baik secara aerobic maupun secara anaerobic, dengan atau tanpa pengomposan. Jenis bahan pembuat kompos juga beragam, salah satu diantaranya adalah jenis kompos cacing.

Kompos cacing adalah kompos yang terbuat dari bahan organic yang dicerna oleh cacing. Yang menjadi pupuk adalah kotoran cacing tanah tersebut atau yang disebut casting, dengan sisa media atau pakan dalam budidaya cacing tanah. Pembentukan pupuk ini dengan memelihara cacing dalam tumpukan sampah organic hingga cacing berkembangbiak di dalamnya dan menguraikan sampah organic dan menghasilkan kotoran.

Keunggulan vermikompos ini mempunyai kemampuan menahan air sebesar 40-60% sehingga mampu mempertahankan kelembapan, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah, Mengandung unsur N,P,K,Ca, Mg,S, Fe, Mn, Al,Cu,Zn,Bo dan Mo, Menyediakan nutrisi pada tanaman, Meningkatkan kesuburan tanah, Menghancurkan limbah organik.

Proses pembuatan kompos ini tidak berbeda dengan pembuatan kompos pada umumnya hanya saja starternya berupa cacing. Species cacing yang sering digunakan diantaranya Eisenia Foetida, Eisenia Hortensis, Perionyx Excavatus dan Lumbricus Terestris.

Kandungan kompos cacing berupa humus, hormon pertumbuhan tanaman (Auksin, Sitokinin dan Giberelin) dan mikroba tanah. Kualitas kompos tergantung pada jenis bahan media atau pakan yang digunakan, jenis cacing dan umur vermikompos. Kompos yang berkualitas baik berwarna hitam kecoklatan hingga hitam, tidak berbau, bertekstur remah dan matang dimana C/N < 20.


 

Tabel 1. Kandungan Unsur Hara Berdasarkan Spesies Cacing

Unsur Hara/

Jenis Cacing

Eisenia Foetida

Lumbricus Rubellus

N total

1,4 – 4 %

1,6-4%

P

0,6-0,7 %

0,3- 3,5%

K

1,6-2,1 %

0,2 – 2,1%

C/N Rasio

12,5 – 19,2%

13%

Ca

1,3-1,6%

1,3-1,6%

Mg

0,4-0,95%

0,3 – 0,6%

pH

6,5-6,8

6,5-7,5

C Organik

40,1 – 48,7 %

20,2 %

Sumber : Hasil Analisis Laboratorium Biologi Tanah – Universitas Brawijaya Malang, 2013

Tabel 2. Kandungan Unsur Hara Pada Cascing Dari Berbagai Kotoran Ternak

Jenis

N

P

K

Ca

Hg

Na

Fe

Mn

Zn

Cu

Ni

Cr

Sapi

1,1

0,5

0,9

1,1

0,8

0,2

5726

344

122

20

6

Kerbau

1,2

456

1,5

0,3

0,05

1,2

1610

174

Ayam

2,6

3,1

2,4

12,7

0,9

0,7

1758

572

724

80

48

17

Babi

1,7

1,4

0,8

3,8

0,5

0,2

1692

507

624

510

19

25

Sumber : Hasil Analisis Laboratorium Biologi Tanah – Universitas Brawijaya Malang

Produksi faces sapi dalam satu tahun jika produksi harian sebesar 28 kg/hari adalah 10220 kg/tahun/ekor dengan kandungan unsur hara yaitu N 35,77 kg/th, P 12,26 kg/th dan K 6,13 kg/th. Sehingga apabila penggunaan 50% faces sapi saja yang digunakan sebagai cascing dengan asumsi peternak hanya memiliki 10 ekor sapi, dimana pemeliharaan luasan cascing 3m2, dengan harga jual cascing Rp 1500/kg maka akan menghasilkan R/C Ratio sebesar 2,8% per bulan yang artinya bahwa tiap Rp 1000,- biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan tambahan penerimaan Rp 2.800,-. Sedangkan B/C Ratio yang diperoleh sebesar 1,78 % per bulan yang berarti bahwa setiap Rp 1000,- yang dikeluarkan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1780.

 

Cara Pembuatan Cascing

J

umlah cacing yang diperlukan setiap meter persegi dengan ketebalan 5-10 cm dibutuhkan 2000 ekor cacing atau dengan 0,1 m2 dibutuhkan 100 g cacing. Dalam satu hari cacing akan memakan pakan seberat tubuhnya. Jika cacing memiliki bobot 1 g maka cacing dalam satu hari memakan 1 g pakan.

  • Pertama-tama, kumpulkan sampah organik.
  • Kemudian lakukan fermentasi substrat dengan mencacah sampah organik.
  • Susun secara bergantian antara sampah dedaunan dengan kotoran ternak yang tidak baru, tetapi tidak kadaluarsa di wadah yang terbuat dari kayu atau plastik. Tidak diperkenankan menggunakan wadah yang terbuat dari aluminium yang dapat membahayakan cacing. Pencampuran dengan kotoran hewan dimaksudkan agar menambah makanan cacing dan menambah unsur hara bagi tanaman.
  • Tutup dengan terpal dan aduk hingga 2 minggu sekali. Hal ini dimaksudkan agar gas yang dikeluarkan hilang.
  • Kompos dasar telah jadi setelah kira-kira 2 minggu, siap digunakan sebagai media cacing. Namun bila menggunakan sludge dapat langsung digunakan sebagai media cacing setelah dikeringkan selama kurang lebih 7 hari.
  • Setiap hari cacing diberi tambahan kotoran hewan yang telah dicairkan seberat biomassa cacing yang dipelihara.
  • Proses ini berakhir sampai bahan menjadi remah dan tidak berbau serta terdapat butiran lonjong yang remah diakibatkan kotoran cacing.
  • Setelah cascing jadi maka pisahkan dari cacing dan cascing di angin-anginkan sebelum dikemas.

Aplikasi Sebagai Media Tanam

  • Takaran yang digunakan untuk tanaman dalam pot, 1 kg vermikompos dicampur dengan 3 kg tanah sebagai media tanam.
  • Sedangkan untuk setiap 10 m2 luas lahan atau 6-10 ton/ha lahan sawah dapat digunakan 6-10 kg vermikompos.

 

 

000-017   000-080   000-089   000-104   000-105   000-106   070-461   100-101   100-105  , 100-105  , 101   101-400   102-400   1V0-601   1Y0-201   1Z0-051   1Z0-060   1Z0-061   1Z0-144   1z0-434   1Z0-803   1Z0-804   1z0-808   200-101   200-120   200-125  , 200-125  , 200-310   200-355   210-060   210-065   210-260   220-801   220-802   220-901   220-902   2V0-620   2V0-621   2V0-621D   300-070   300-075   300-101   300-115   300-135   3002   300-206   300-208   300-209   300-320   350-001   350-018   350-029   350-030   350-050   350-060   350-080   352-001   400-051   400-101   400-201   500-260   640-692   640-911   640-916   642-732   642-999   700-501   70-177   70-178   70-243   70-246   70-270   70-346   70-347   70-410   70-411   70-412   70-413   70-417   70-461   70-462   70-463   70-480   70-483   70-486   70-487   70-488   70-532   70-533   70-534   70-980   74-678   810-403   9A0-385   9L0-012   9L0-066   ADM-201   AWS-SYSOPS   C_TFIN52_66   c2010-652   c2010-657   CAP   CAS-002   CCA-500   CISM   CISSP   CRISC   EX200   EX300   HP0-S42   ICBB   ICGB   ITILFND   JK0-022   JN0-102   JN0-360   LX0-103   LX0-104   M70-101   MB2-704   MB2-707   MB5-705   MB6-703   N10-006   NS0-157   NSE4   OG0-091   OG0-093   PEGACPBA71V1   PMP   PR000041   SSCP   SY0-401   VCP550