KEJAYAAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

KEJAYAAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

Sejak IFAD mulai bekerja di Indonesia pada tahun 1980, 16 proyek pinjaman telah dikembangkan,total USD 1.627 juta, dimana USD 530 juta dibiayai oleh IFAD. Sebelum
2016 – 2019 Country Strategic Opportunities Program (COSOP), IFAD bertujuan untuk mendukung transformasi pemberdayaan pedesaan yang inklusif memungkinkan masyarakat pedesaan mampu mengurangi jumlah persentase kemiskinan melalui program  mencapai kelangsungan mata pencaharian secara berkesinambungan.
Strategi program diorganisasikan menjadi tiga tujuan strategis yang saling berhubungan.
Tujuan pertama adalah untuk memfasilitasi akses usaha-usaha skala kecil bagi   produsen dengan memberi insentif berkembangnya pasar pertanian, yang memungkinkan mereka menangkap manfaat emerging dari tumbuh berkembangnya ekonomi pasar dan terwujudnya diversifikasi permintaan  produk olahan berbasis makanan pokok, dan memperoleh tambahan penghasilan lebih tinggi dari pendapatan sebelumnya.
Strategi kedua tujuannya adalah membangun ketahanan produsen skala kecil dan keluarga mereka  untuk mengoptimalkan mitigasi risiko mereka dengan mengurangi kerentanan ketersediaan sumberdaya.
Tujuan ketiga adalah memperkuat lembaga pedesaan sehingga mereka dapat mendukung transformasi pedesaan yang inklusif dan memberikan pertanggungjawaban layanan yang memenuhi kebutuhan produsen kecil.
Intervensi langkah-langkah pemerintah sebelum tahun 2016-2019, COSOP harus mencapai target (i) petani kecil, baik laki-laki maupun perempuan, tertarik dengan pertanian komersial (ii) petani kecil berkembang di sektor perikanan (iii) rumah tangga yang dikepalai wanita dan wanita pelaku usaha mampu berproduksi layak jual(iv) pemilihan lokasi pembinaan di wilayah geografis dengan indikator komunitas marjinal dan etnis minoritas
Pemberdayaan Pedesaan dan Pembangunan Pertanian (Rural Empowerment and Agricultural Development Programme (READ) dimulai pada 19 Nov 2008, dengan penyelesaiannya menjadi efektif pada 31 Desember 2014. Total program yang disetujui biaya adalah USD 28,3 juta yang terdiri dari pinjaman IFAD sekitar USD 21,08 million  dan Pemberian IFAD sebesar USD 500.000. Tujuan dari READ adalah peningkatan pendapatan secara berkelanjutan dengan metoda pembinaan masyarakat miskin pedesaan di desa-desa yang bermata pencaharian dari usaha-usaha skala kecil. Tahap awal tersebut ditargetkan di Propinsi Sulawesi Tengah. Tujuannya adalah penumbuhan kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan manajemen ketahanan  pangan  di desa sasaran. READ yaitu di 5 kabupaten di Sulawesi Tengah: Banggai, Buol, Parigi Moutong, Poso dan Tolitoli.
Penting untuk membedakan antara READ sebelum dan sesudah Pertengahan
term Review (Oktober 2011). Sebelum itu MTR, READ sebagian besar merupakan proyek perencanaan dan infrastruktur desa dengan hanya 14% dari anggaran yang ditargetkan untuk pengembangan pertanian. Posting MTR, READ secara signifikan terfokus
menuju pertanian (infrastruktur desa jarak jauh) -sebenarnya 47% dari post MTR READ anggaran (sebesar $ 11.4 M) telah diterapkan pada Agriculture infrastruktur. Meskipun posting-MTR READ diimplementasikan hanya dalam 3 tahun (2012 -2014), itu mencapai dampak yang signifikan dalam  hasil yang lebih baik dan tingkat keuntungan bersumber dari hasil tanaman pertanian, ekonomi dan mata pencaharian utama yang melampaui target penerimaan lebih dari 100% (20.125 v 10.000).
Perlu juga dicatat bahwa Badan Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia/Agency for Agriculture Extension and Human Resource Development  (AAEHRD) yang mengimplementasikan hasil-hasil READ dan melakukannya dengan hampir tidak ada dukungan konsultan eksternal – pengecualian dengan tim dari 150 desa  disediakan fasilitator oleh sebuah LSM. Secara ringkas READ mencapai banyak hal dengan anggaran terbatas dalam waktu yang relatif singkat
Tiga strategi utama digunakan dalam komponen pertanian pos-MTR READ SI: (i) berfokus pada pangan utama dan tanaman yang bernilai ekonomi di Sulawesi Tengah yaitu beras, jagung, kakao,kelapa dan sayuran; (ii) mengembangkan paket dukungan yang koheren ditujukan pada empat persyaratan utama untuk peningkatan produktivitas yaitu akses ke genetika yang ditingkatkan, modal kerja yang terjangkau, mekanisasi pertanian dan dukungan teknis berkualitas memadai; dan (iii) pengenalan kemitraan dengan lembaga lain untuk memastikan dukungan sistem pertanian dilakukan  dengan capaian efisiensi yang optimal.
Hal Penting dan sangat berpeluang untuk metumbuh-kembangkan  ekonomi berbasis pertanian di Sulawesi, Kalimantan Barat dan NTT, menjadi tujuan program memperoleh sumber pendapatan utama yang mencapai  sepertiga dari populasi masyarakat. Selain itu 64% penduduk miskin. terentaskan dapat menikmati kehidupan diatas rata-rata garis kemiskinan dengan pendapatan >320 kg/kapita/th setara beras harga setempat. Sementara disosialisasikan dengan baik untuk diadopsi pengalaman tersebut ke beberapa bagian, wilayah propinsi di Indonesia (terutama Jawa).

(Tri Handajani, Widyaiswara BBPP Batu)

Sumber: Republic of Indonesia Rural Empowerment and Agricultural Development Programme Scaling-up Initiative (READ SI) Final project design report

Share This Post: