Penyuluh Zaman Now Harus Berorientasi Agribisnis

Share This Post:

Penyuluh pertanian harus memiliki pemahaman tentang kelembagaan petani. Setidaknya ada tiga unsur yang menjadi prinsip kelembagaan petani, yaitu sebagai wadah kerja sama, tempat proses pembelajaran, dan harus ada usaha.

CPNS

“Berbicara penyuluhan, petani tidak hanya sebagai pelaku utama tapi pelaku usaha,” kata Dr Ir Momon Rusmono MS, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian saat memberi pengarahan kepada 92 CPNS penyuluh pertanian, Rabu (28/2/2018) di BBPP Batu, Jawa Timur.

Untuk mengembangkan kelembagaan petani, penyuluh perlu mengenal kelembagaan ekonomi petani. Contohnya koperasi petani, kelompok usaha bersama, atau kumpulan gapoktan. Kelembagaan ekonomi petani berorientasi pada ekonomi.

Untuk itu, tugas penyuluh untuk membangun kelembagaan petani yang memiliki orientasi usaha berbasis pertanian. “Penyuluh zaman now harus berorientasi agribisnis,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Momon, tugas penyuluh pertanian tetap harus menumbuhkembangkan kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan). Seorang penyuluh membina minimal 8 poktan dan maksimal 16 poktan.

“Kalau poktan masih kurang dari 8, kewajiban saudara (penyuluh pertanian) untuk terus menerus menumbuhkan poktan,” ujarnya.

Dia mengingatkan, ke depan, perkembangan dunia pertanian berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Contohnya e-petani yang mulai  digunakan para petani di sejumlah wilayah seperti Jawa Timur.

Syarat bagi petani yang menggunakan e-petani, harus menjadi anggota poktan. Untuk itu Momon berpesan, jangan sampai ada petani yang tidak terfasilitasi ke e-petani karena belum menjadi anggota kelompok tani.

“Terus tumbuhkan kelompok tani, perkuat gabungan kelompok tani,” ucapnya.

Penyuluh yang Baik Hasilkan Pertanian Lebih Baik

Kepala BPPSDMP: Perkuat Kelembagaan Penyuluhan

Sumber :

https://www.timesindonesia.co.id/read/169357/20180301/081031/penyuluh-zaman-now-harus-berorientasi-agribisnis/

Share This Post: